Periodontitis merupakan salah satu penyakit inflamasi kronis yang umum terjadi pada manusia. Kerusakan jaringan periodontal akibat periodontitis dapat menimbulkan komplikasi kesehatan serius jika tidak segera ditangani. Salah satu metode yang digunakan untuk menangani kerusakan tersebut adalah Guided Tissue Regeneration (GTR) yang memanfaatkan membran penghalang untuk membantu proses regenerasi jaringan. Dalam beberapa tahun terakhir, membran amnion manusia (HAM) telah banyak digunakan dalam bidang kedokteran regeneratif karena sifat anti-inflamasi, biokompatibilitas, dan kemampuannya untuk mendorong penyembuhan. Namun, ketersediaan HAM terbatas sehingga mendorong eksplorasi alternatif seperti membran amnion bovine (BAM) dari sapi.
Penelitian Wijaksana dan Pinatih (2024) bertujuan untuk membandingkan kekuatan tarik antara membran amnion bovine berlapis (FDBAM) dan membran amnion manusia (FDHAM) yang telah mengalami proses pengeringan beku (freeze-dried). Kekuatan tarik ini merupakan parameter penting untuk menentukan ketahanan mekanis membran dalam aplikasi GTR. Uji kekuatan tarik dilakukan pada lima sampel untuk setiap jenis membran dengan jumlah lapisan berbeda (2, 4, 6, 8, dan 10 lapis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDBAM memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan FDHAM pada semua lapisan yang diuji. Kekuatan tarik tertinggi untuk FDBAM ditemukan pada sampel 6 lapis (67,8±6,93 MPa), sementara FDHAM menunjukkan kekuatan tarik tertinggi pada sampel 4 lapis (58,86±15,66 MPa). Hasil ini menunjukkan bahwa FDBAM lebih unggul dalam hal kekuatan tarik, menjadikannya alternatif yang menjanjikan untuk FDHAM dalam aplikasi GTR.
Membran yang memiliki kekuatan tarik yang tinggi akan lebih efektif dalam mempertahankan struktur dan fungsinya sebagai penghalang selama proses regenerasi jaringan. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ketebalan membran FDBAM secara konsisten lebih tinggi dibandingkan FDHAM, yang juga berkontribusi pada kekuatan mekanisnya yang lebih baik.
Membran amnion bovine yang telah dikeringkan beku (FDBAM) memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai alternatif membran amnion manusia dalam prosedur GTR periodontal. Dengan kekuatan tarik yang lebih tinggi, FDBAM menawarkan keunggulan mekanis yang signifikan yang sangat penting untuk keberhasilan regenerasi jaringan periodontal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi FDBAM dalam aplikasi medis lainnya, namun hasil ini sudah menunjukkan bahwa FDBAM dapat menjadi solusi yang lebih mudah diakses dan hemat biaya dibandingkan HAM.
Penulis: I Komang Evan Wijaksana, drg.
Link: https://jurnal.pdgimakassar.org/index.php/MDJ/article/view/1114
Baca juga: Faktor-faktor Kecemasan Ibu dalam Membawa Anak ke Dokter Gigi Selama Pandemi COVID-19





