UNAIR NEWS – Sektor keuangan Islam mengalami pertumbuhan yang stabil dan menjanjikan di tingkat global. Hal tersebut disampaikan oleh Prof Dr Mehmet Islamoglu dari University Karabuk Turki dalam rangkaian acara The 9th International Conference for Economics & Business (ICEB). “Dalam lima tahun terakhir, industri keuangan Islam global telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan,” katanya.
Pertumbuhan Industri Keuangan Islam Global
Pada tahun 2023, nilai total keuangan Islam global diperkirakan mencapai USD 3,2 triliun. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pada tahun 2022, aset keuangan Islam global mencapai USD 4,508 triliun, tumbuh sebesar 10,87% hanya dalam satu tahun.
Prof Mehmet juga membagikan proyeksi masa depan yang optimis terhadap industri keuangan Islam global berdasarkan tren historis dan perkembangan makroekonomi. Tak hanya itu, Prof Mehmet juga menjelaskan faktor yang mendorong pertumbuhan pada industri keuangan Islam global.
“Aset keuangan Islam diproyeksikan meningkat menjadi USD 7.528 miliar pada 2028. Beberapa faktor yang yang mendorong pertumbuhan pada industri ini antara lain meningkatnya permintaan terhadap keuangan etis dan inklusif serta regulasi yang semakin berpihak pada sistem syariah,” ungkapnya dalam panel seminar sesi 5 ICEB yang diselenggarakan oleh FEB UNAIR. ICEB kali ini terselenggara secara hybrid, di Aula Soepoyo Gedung FEB Kampus Dharmawangsa-B dan melalui Zoom Meeting.
Dominasi Sektor Perbankan dan Peran Regional
Prof Mehmet juga menekankan bahwa pertumbuhan industri keuangan Islam global masih terkonsentrasi pada sektor perbankan. Perbankan memiliki persentase lebih dari 50 persen dari total aset keuangan islam. “Pada tahun 2023, sektor perbankan mencakup lebih dari 70 persen dari total aset keuangan Islam global,” jelas Prof Mehmet.
Dalam periode 2017–2023, sektor perbankan memimpin dalam volume aset. Sektor lain seperti sukuk, dana investasi syariah, dan asuransi syariah (Takaful) masih memiliki peran yang lebih kecil meskipun turut mencatat tren pertumbuhan positif.
Prof Islamoglu juga memaparkan bahwa wilayah Timur Tengah masih mendominasi pangsa pasar global keuangan Islam. Iran menempati posisi teratas dengan total aset sebesar USD 1.676 miliar. Namun, Asia Tenggara juga menunjukkan peran strategis dalam industri ini, khususnya Malaysia dan Indonesia.
“Malaysia dan Indonesia memimpin di wilayah Asia Tenggara,” ujar Prof Mehmet menggarisbawahi potensi kawasan dengan mayoritas Muslim.
Setelah sesi Prof Mehmet Islamoglu berakhir, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Dr Muhammad Imran Qureshi. Ia merupakan akademisi dari Teesside University, UK, yang turut memberikan perspektif tambahan mengenai ekonomi Islam.
Penulis: Rosa Maharani
Editor: Yulia Rohmawati





