Diabetes mellitus, penyakit yang sering dianggap sebagai silent killer, adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan gula darah tinggi, tetapi juga memicu komplikasi serius seperti nefropati diabetik, kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal kronis. Namun, kabar baik datang dari sebuah penelitian baru yang menggabungkan tanaman tradisional dengan teknologi modern, yaitu bunga Tithonia diversifolia dan nanopartikel zinc oksida (ZnO-NPs).
Diabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik, yang berujung pada peningkatan gula darah. Komplikasi seperti nefropati diabetik terjadi akibat kontrol gula darah yang buruk, menyebabkan kerusakan pada ginjal dan fungsi ekskresi cairan tubuh. Hal ini juga dapat memicu hipertensi, hiperlipidemia, dan stres oksidatif yang mempercepat kerusakan organ.
Tithonia diversifolia, yang dikenal di Indonesia sebagai bunga matahari liar, telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi, termasuk diabetes. Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti terpenoid dan flavonoid yang memiliki sifat antiinflamasi, antitumor, dan antidiabetes. Namun, bioavailabilitasnya sering kali menjadi tantangan, sehingga dibutuhkan pendekatan baru untuk memaksimalkan manfaatnya.
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Airlangga dan mitra internasional memperkenalkan emulsi nanopartikel zinc oksida dari ekstrak Tithonia diversifolia. Teknologi ini meningkatkan penyerapan dan efektivitas senyawa aktif, memberikan harapan baru bagi pasien diabetes yang menderita komplikasi nefropati.
Dalam penelitian tersebut, nanopartikel ini diuji pada tikus yang diinduksi diabetes menggunakan streptozotocin dan nikotinamida, yang meniru kondisi diabetes tipe 2 pada manusia. Kelompok tikus yang diberi emulsi ini menunjukkan peningkatan kadar glutathione peroksidase, enzim penting dalam melawan stres oksidatif, serta pengurangan marker peradangan seperti Tumor Necrosis Factor-alpha.
Berikut beberapa temuan utama dari penelitian ini, pertama, Menurunkan Peradangan: Emulsi nanopartikel mampu menurunkan kadar TNF-alpha, penanda utama inflamasi yang terkait dengan kerusakan ginjal pada nefropati diabetic, kedua Meningkatkan Antioksidan: Kadar enzim glutathione peroksidase dan superoxide dismutase meningkat, yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif. Ketiga, Melindungi Fungsi Ginjal: Penurunan kadar kreatinin dan urea menunjukkan perbaikan fungsi ginjal. keempat. Mengoptimalkan Fungsi Insulin: Peningkatan kadar anti-insulin pada pankreas membantu mengatur gula darah dengan lebih baik.
Penelitian ini menegaskan potensi besar tanaman tradisional seperti Tithonia diversifolia ketika digabungkan dengan teknologi canggih seperti nanopartikel. Meski studi ini masih dalam tahap awal dan membutuhkan uji klinis lebih lanjut, hasilnya memberikan harapan baru bagi pengobatan komplikasi diabetes.
Mengatasi diabetes memerlukan pendekatan holistik, mulai dari gaya hidup sehat, pengendalian gula darah, hingga inovasi medis seperti yang ditawarkan dalam penelitian ini. Dengan kolaborasi antara ilmu tradisional dan teknologi modern, kita semakin dekat pada solusi yang lebih efektif untuk penyakit kronis ini.
Penulis: Iwan Sahrial Hamid, Lailatul Muniroh, Salipudin Tasil Maslamama, Rondius Solfaine Koresponding email: rondius@uwks.ac.id
Baca juga: Dampak Ketidakpastian Ekonomi terhadap Stabilitas BPR Dan BPRS





