UNAIR NEWS – Sebagai perguruan tinggi pertama yang berdiri di Surabaya, Universitas Airlangga (UNAIR) menapaki sejarah perjalanan panjang hingga kini tumbuh menjadi institusi besar yang menaungi 17 fakultas. Di antara jajaran fakultas tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) merupakan salah satu yang berkembang pesat dari awal inisiasi pendiriannya.
Cikal bakal berdirinya FEB UNAIR bermula ketika pada tanggal 1 Januari 1954, alumnus Nederlandsche Economische Hogeschool Rotterdam (NEH Rotterdam) menggagas pendirian Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Surabaya (PTES). Awal berdirinya PTES ini hanya memiliki 15 tenaga edukatif, 6 asisten, dan 6 pegawai administrasi, sehingga baru mampu membuka satu jurusan yakni Ekonomi Perusahaan. Keterbatasan jumlah tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi akademik menjadi tantangan utama dalam tahap awal pengelolaan institusi ini.
Selain itu, PTES juga belum memiliki gedung tetap, sehingga saat itu proses belajar-mengajar berlangsung di beberapa lokasi. Di antaranya berada di Gedung Bahari, Gedung Badan Pertanahan Nasional (agraria), dan di Fakultas Kedokteran UNAIR (ruang propadeus).
Langkah Transformasi
Setelah melewati fase awal yang penuh keterbatasan, langkah penting dalam sejarah lembaga ini kembali terjadi pada 8 Agustus 1961. Melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 31/1961, PTES resmi bergabung ke dalam UNAIR dan bertransformasi menjadi Fakultas Ekonomi UNAIR.
Fakultas Ekonomi mulai membentuk struktur kepemimpinan formal setelah resmi menjadi bagian dari UNAIR. Pada masa awal integrasi, fakultas ini dipimpin oleh Prof D Tirtohdiningrat SH. Saat itu beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum UNAIR. Dalam menjalankan tugasnya ia didampingi oleh Drs Ec Samiadji Djajangminardo yang menjabat sebagai sekretaris sekaligus tenaga pengajar tetap di Fakultas Ekonomi.
Mulai terdapat penambahan jurusan pada Fakultas Ekonomi, yakni terdiri dari dua program studi, Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. Kemudian, pada tahun 1963, Fakultas Ekonomi mulai membentuk program studi Akuntansi dengan dukungan dari dosen Universitas Indonesia.
Meski demikian, tantangan utama yang Fakultas Ekonomi hadapi saat itu tidak jauh berbeda dengan masa awal pendirian PTES. Tantangan itu keterbatasan jumlah tenaga pengajar serta keterbatasan fasilitas ruang kuliah. Untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, pada tahun 1975 Fakultas Ekonomi menjalin kerja sama strategis dengan Scottish Business School (SBS), University of Edinburgh, Inggris.Â
Melalui kemitraan ini, beberapa dosen Fakultas Ekonomi berangkat ke Inggris untuk mengikuti program pengembangan kompetensi. Tidak hanya itu, sejumlah pakar dari SBS juga hadir di Surabaya untuk memberikan pelatihan dan pembaruan pengetahuan, khususnya di bidang manajemen. Upaya ini sejalan dengan penguatan kurikulum dan struktur akademik yang terus fakultas lakukan.
Perkembangan dan Penyesuaian
Sebagai bagian dari proses tersebut, pada tahun 1979, Fakultas Ekonomi melakukan penyesuaian nomenklatur jurusan sesuai arahan Konsorsium Ilmu Ekonomi. Jurusan Ekonomi Umum berubah menjadi Studi Pembangunan, sedangkan Ekonomi Perusahaan menjadi Manajemen.Â
Perwujudan pengembangan lebih lanjut melalui pembukaan Program Studi Ekonomi Islam pada tahun 2008. Dua tahun kemudian, pada tahun 2010, fakultas ini resmi berganti nama menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Langkah ini menandai komitmen untuk memperluas cakupan akademik dan menjawab tantangan globalisasi.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Ragil Kukuh Imanto





