Universitas Airlangga Official Website

Mencari Fibrosis Hati pada Atresia Bilier menggunakan Rasio De Ritis

Hubungan antara Peningkatan Kadar TNF-α, IL-6, dan IL-10 dengan Derajat Fibrosis Hati
llustrasi hat (Photo by Orami)

Atresia bilier adalah kelainan hati yang langka yang ditandai dengan obstruksi progresif atau tidak adanya saluran empedu ekstrahepatik pada bayi. Salah satu aspek penting dalam memahami proses penyakit ini adalah penilaian fibrosis hati. Rasio De Ritis dapat berfungsi sebagai skrining awal untuk membantu mengidentifikasi pasien yang berisiko mengalami fibrosis progresif. Menggabungkan rasio ini dengan penanda non-invasif lainnya dan teknik pencitraan dapat lebih meningkatkan keakuratannya dalam menilai tingkat keparahan fibrosis. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kegunaan Rasio De Ritis sebagai penanda non-invasif terhadap adanya fibrosis hati pada atresia bilier.

Studi ini merupakan studi cross-sectional yang menggunakan data rekam medis pasien anak dengan atresia bilier dari November 2022 hingga 2023. Jenis kelamin, usia, adanya malnutrisi, dan parameter laboratorium, meliputi hemoglobin, leukosit, dan trombosit (Plts) dikumpulkan dari rekam medis Rasio AST/ALT dan korelasi parameter laboratorium lainnya dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Pada studi ini didapatkan korelasi positif antara Rasio De Ritis dan Plts (P <0,001, r = 1,000), activated partial thromboplastin time (P <0,001, r = 1,000), partial thromboplastin time (P <0,001, r = 0,999), dan albumin (P <0,001, r = 1,000). Pada studi ini didapatkan bahwa Rasio De Ritis dan kadar albumin berhubungan dengan kejadian fibrosis hati.

Disarikan dari: Farahdina F, Prihaningtyas RA, Setyoboedi B, Sera AC, Arief S. Seeking liver fibrosis in biliary atresia using De Ritis ratio. Biomol Health Sci J 2024;7:96-100.