Penyintas Kusta adalah Penderita kusta yang sudah dinyatakan sembuh. Penyintas Kusta setelah dirawat di tempat rehabiltasi adalah mereka dianggap sudah siap untuk hidup ditengah keluarga dan masyarakat. Pada faktanya banyak penolakan terhadap Penyintas Kusta oleh masyarakat dan keluarga. Penolakan inilah yang menyebabkan Penyintas Kusta mengalami depresi. Selain hal itu, yang menjadi faktor depresi pada Penyintas Kusta adalah persepsi diri tentang penyakit yang diderita walaupun sudah sembuh. Persepsi diri Penyintas Kusta terhadap pengaruh Penyakit Kusta terhadap kualitas hidup mereka yang rendah menyebabkan mereka mengalami depresi karena adanya hambatan dalam hidup dengan kecacatan yang mereka alami. Persepsi diri tentang lamanya keberlangsungan kecacatan yang dialami ini mempengaruhi keresahan terhadap keberlangsungan kehidupan mereka. Depresi yang dialami Penyintas Kusta dikarenakan karena merasa upaya yang telah dilakukan tidak dapat mengendalikan akibat dari kecacatan yang dialami. Â
Penyintas Kusta yang mengalami kecacatan lebih berisiko mengalami depresi. Penyintas Kusta merasa ketidak puasan terhadap kehidupan, merasakan kehilangan keinginan untuk beraktivitas. Penyintas Kusta merasa bosan terhadap kehidupan, selalu terbayang akan kehidupan yang kurang baik dimasa yang akan datang. Perasaan ketakutan akan kondisi yang buruk yang akan mereka hadapi sehingga mereka merasa kehidupan yang hampa dan tidak ada harapan. Sebagian Penyintas Kusta merasakan depresi terutama yang mengalami kecacatan. Penyintas Kusta merasa membutuhkan bantuan akan tetapi penolakan masyarakat yang menyebabkan depresi. Perasaan terasing di lingkungan masyarakat dialami Penyintas Kusta, karena merasa orang lain yang tidak mengalami Penyakit Kusta tidak dapat memahami mereka. Perasaan malu terhadap akibat Penyakit Kusta menyebabkan mereka merasa rendah diri terhadap orang lain yang tidak menderita Penyakit Kusta. Ketakutan untuk ditolak masyarakat sekitarnya menyebabkan Penyintas Kusta menghindari berhubungan dengan orang yang tidak menderita Penyakit Kusta. Perasaan Penyintas Kusta bahwa berada diantara orang yang bukan Penderita Kusta bukan merupakan bukan tempat untuk dirinya. Penarikan diri dari lingkungan sosial untuk melindingungi keluarganya dari rasa malu. Penyintas Kusta sendiri merasakan bahwa hanya dengan memandang dirinya orang yang bukan Penderita Kusta sudah tahu kalau dirinya Penyintas Kusta. Pengembalian Penyintas Kusta ke lingkungan masyarakat sangat penting dengan mendorong keluarga dan masyarakat mau menerima anggota masyarakat dan keluarga yang menjadi Penyintas Kusta. Sosialisasi kepada masyarakat bahwa Penyintas Kusta tidak menularkan Penyakit Kusta , karena Penyintas Kusta sudah dinyatakan sembuh dari Penyakit Kusta.
Penulis : Lucia Yovita Hendrati
Sumber : Itsna Jannatul Kamilah, Ulfa Mudia Sari, Lucia Yovita Hendrati. Analysis  of  risk  factors associated  with  depression  in elderly leprosy survivors in tuban regency. Jurnal Berkala EpidemiologiVolume 13 (2), 174–183.





