Pendidikan yang berkualitas tentu memengaruhi kualitas dalam segala bidang. Hal ini sangat berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang produktif, dinamis, terampil, dan berpengetahuan pada bidang teknologi yang mendapat dukungan kerjasama talenta global maupun industri. Namun, sayangnya pemerataan pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya tercapai. Hasil Susenas 2023 menunjukkan sebesar 6,93% penduduk usia 13-15 tahun tidak/belum pernah sekolah dan 21,61% penduduk usia 16-18 tahun tidak/belum pernah sekolah. Selain itu, berdasarkan data BPS angka buta aksara juga masih cukup tinggi terutama 4 provinsi di Indonesia mencapai angka 6%.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menginterpretasikan hasil model struktural dan pengukuran terkait pengaruh jenis capaian sekolah, sarana prasarana, kemiskinan daerah terhadap pendidikan pada setiap provinsi di Indonesia. Serta, untuk mengkaji segmentasi terbaik dari pendidikan pada setiap Provinsi di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode dan analisis data Structural Equation Modelling (SEM) berbasis variansi atau Partial Least Square (PLS-SEM) menggabungkan efek moderasi dan pendekatan FIMIX-PLS. Selanjutnya, untuk menguji segmentasi terbaik dalan penelitian ini, peneliti menggunakan kriteria BIC dan CAIC, sebagai berikut:

Hasil perbandingan nilai BIC dan CAIC yang paling rendah yaitu 228.904 dan 257.904 menunjukkan bahwa segmen terbaik adalah 3 segmen.
Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa dalam hubungan persamaan struktural terdapat tiga jalur hubungan yang signifikan yaitu capaian sekolah berpengaruh negatif terhadap pendidikan, kemiskinan daerah berpengaruh positif terhadap capaian sekolah, dan kemiskinan daerah berpengaruh negative terhadap sarana dan prasarana. Efek moderasi yang ada pada signifikansi hubungan tidak langsung yaitu kemiskinan daerah berpengaruh negatif terhadap pendidikan dengan capaian sekolah sebagai konstruk moderasi. Pengelompokan yang terbentuk memperoleh hasil terbaik yaitu 3 segmen. Segmen pertama mencakup 57,7% dari total provinsi di Indonesia, 30,6% dari total provinsi di Indonesia pada segmen kedua, dan 11,7% pada segmen ketiga.
Penulis: Elly Ana, Ir., M.Si.
Link: https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/barekeng/article/view/12710
Baca juga: Analisis Bibliometrik Zakat dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)





