UNAIR NEWS – Akuakultur merupakan salah satu program studi (prodi) sarjana yang ada di Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR). Prodi yang sebelumnya bernama S1 Budidaya Perikanan tersebut berlokasi di Kampus MERR-C UNAIR.
Koordinator Prodi S1 Akuakultur Putri Desi Wulan Sari Spi MSi menjelaskan bahwa Akuakultur UNAIR berspesifikasi pada kesehatan ikan dan lingkungan. Dalam keterangan yang ia sampaikan pada Rabu (17/1/2024), Desi menyebut bahwa spesifikasi tersebut menjadi salah satu keunggulan dari prodi tersebut.
“Prodi Akuakultur yang ada di UNAIR memiliki keunggulan dengan spesifikasi pada kesehatan ikan dan lingkungan. Hal ini tampak pada mata kuliahnya yang lebih menitikberatkan pada keunggulan tersebut, di antaranya adanya mata kuliah topik parasit, virus, dan bakteri pada ikan,” jelasnya.
Akreditasi dan Kontribusi
Keunggulan Akuakultur UNAIR semakin terlihat mengingat prodi tersebut bukan hanya mendapatkan akreditasi nasional, tetapi juga internasional. Menurutnya, akreditasi tersebut akan memberi ruang gerak lebih luas bagi akademika Akuakultur UNAIR, bahkan dalam kancah internasional.
“Prodi juga memiliki akreditasi nasional Unggul dan akreditasi internasional ASIIN. Hal ini tentu saja berdampak pada luasnya ruang gerak akademik, baik di level nasional maupun internasional,” ujar Desi.

Dengan akreditasi itu, Akuakultur UNAIR terus berupaya untuk menyumbangkan kontribusi maksimalnya pada negeri. Menurut Desi, Indonesia merupakan negara dengan potensi maritim besar. Maka dari itu, seharusnya di sanalah Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dari lulusan Akuakultur tersebut berada.
“Akselerasi kegiatan tersebut tentu harus bersinergi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni sehingga dapat menjawab tantangan di masa depan. Lulusan-lulusan dari Prodi Akuakultur nantinyalah yang memiliki kapasitas di dalam menjawab tantangan potensi perkembangan budidaya perikanan,” lanjutnya.
Program Nasional dan Internasional
Selama 3,5 hingga 4 tahun masa kuliah, Akuakultur UNAIR mendukung penuh pada program-program-program nasional dan juga internasional. Sebut saja Program MBKM untuk semester tertentu. Mahasiswa yang ikut serta bisa mendapatkan pengakuan kredit semester atau konversi.
Begitu juga dengan program internasional seperti magang, riset kolaborasi, lomba hingga seminar internasional. Program-program itu bahkan tidak hanya bisa konversi mata kuliah, tetapi juga bantuan dana dari fakultas.
“Untuk mendukung kegiatan tersebut, prodi dan fakultas akan memberikan bantuan dana sebagai bentuk dukungan atas pencapaian prestasi-prestasi mahasiswa di level internasional,” terangnya.
Prospek Karier
Terkait prospek karier, lulusan yang nantinya bergelar Spi tersebut tampaknya tidak perlu khawatir. Desi menjelaskan bahwa prospek kerja lulusan Akuakultur UNAIR dapat bekerja di sektor yang cukup luas. Ia merinci mulai dari pekerjaan-pekerjaan yang ada di bawah naungan negara, swasta, hingga potensi besar pada wirausaha.
“Lulusan Prodi Akuakultur memiliki prospek kerja A-l sebagai profesional di bidang budidaya perikanan seperti konsultan dan supervisor. BUMN juga, pengajar nasional dan internasional, peneliti, ASN di bawah Kementerian Perikanan dan Kelautan, maupun sebagai pengusaha mandiri budidaya ikan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Badrul Anwar
Editor: Nuri Hermawan





