Universitas Airlangga Official Website

Mengenal Jenis-Jenis Hak Kekayaan Intelektual untuk Lindungi Karyamu 

Potret produk BANGGA EVCS (Barata-Airlangga Electric Vehicle Charging Station). (Foto: Istimewa)
Potret produk BANGGA EVCS (Barata-Airlangga Electric Vehicle Charging Station). (Foto: Istimewa)

 UNAIR NEWS – Pada era digitalisasi saat ini, arus informasi dan pengetahuan menjadi semakin mudah dan cepat tersebar. Hal itu memicu tantangan baru dalam melindungi hak-hak intelektual. Mengingat, karya-karya intelektual dapat dengan mudah disalin, didistribusikan, dan dimodifikasi tanpa seizin pemilik (Inventor). Karena itu, penting bagi setiap individu, lembaga, dan negara untuk memahami pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai alat untuk melindungi kekayaan intelektual dari penyalahgunaan, penjiplakan, dan pemalsuan. 

Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya HKI di kalangan mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan dan masyarakat umum, Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan Festival HKI 2024. Kegiatan tersebut terselangara oleh Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan dan Hak Kekayaan Intelektual (LIPJPHKI) UNAIR pada Kamis (29/2/2024) di Lantai 5, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa B. Festival HKI 2024 terdiri atas pameran produk hasil inovasi civitas akademika UNAIR maupun produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). 

Ketua LIPJHKI UNAIR Prof Hery Purnobasuki MSi PhD mengatakan Festival HKI menjadi acara pameran produk inovasi kali pertama di UNAIR. Tujuannya adalah sebagai wadah memerkan hasil karya UNAIR sehingga terpusat dan tersampaikan kepada masyarakat. 

“Kami undang para dosen, mahasiswa, dan tentu masyarakat. Selain itu, fakultas diharapkan dapat memamerkan produk-produknya sehingga bisa diketahui oleh masyarakat dan calon mahasiswa UNAIR,” katanya. 

Selain itu, kegiatan tersebut dilengkapi dengan workshop tentang kekuatan perlindungan merek bagi pelaku usaha. Termasuk ada workshop tentang urgensi perlindungan desain industri bagi start-up dan UMKM. 

Festival HKI 2024 UNAIR memberikan pemahaman yang mendalam tentang beragam aspek HKI. Mulai hak cipta, paten, merek dagang, hingga desain industri. “Kegiatan ini diharapkan dapat lebih luas lagi, kita dapat mengundang perguruan tinggi lain yang dapat kita ajak berkolaborasi untuk memamerkan produk-produknya agar masyarakat lebih mengenal UNAIR,” ungkapnya pada Kamis (29/2/2024). 

Prof Heri juga menjelaskan, ada banyak jenis HKI. Pengetahuan terhadap jenis-jenis tersebut menjadi penting bagi semua orang, terutama civitas akademika. Dengan begitu, mereka dapat melindungi inovasi karya mereka sehingga dapat meminimalkan terjadinya praktik pencurian, penjiplakan, atau plagiarisme. Berikut jenis-jenis HKI yang turut ditampilkan dalam Festival HKI 2024 UNAIR:  

HKI dalam bentuk merk dagang adalah hak eksklusif bagi pemiliknya untuk menggunakan merek tersebut dalam perdagangan. Merk dagang berfungsi sebagai tanda pengenal yang membedakan produk atau jasa dari pesaing, dengan memberikan perlindungan hukum terhadap penggunaan yang tidak sah atau menyesatkan. 

Merk dagang memiliki nilai komersial yang besar karena dapat membangun citra merek, memperkuat loyalitas pelanggan, dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar. HKI merk dagang adalah instrumen penting dalam melindungi dan memanfaatkan kekayaan intelektual perusahaan dalam konteks bisnis dan perdagangan. 

Contoh HKI merk dagang UNAIR adalah karya komunitas EVOS Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM). Mereka adalah komunitas mahasiswa di bidang kendaraan listrik. Inventor EVOS adalah Yoga Uta Nugraha dkk.   

Membanggakan! Tim Sepeda Motor Listrik EV-OS UNAIR Juara I PLN ICE
Membanggakan! Tim Sepeda Motor Listrik EV-OS UNAIR Juara I PLN ICE

Penemuan yang dapat dipatenkan mencakup berbagai produk, proses, atau perangkat yang memiliki kebaruan. Paten memiliki nilai komersial yang signifikan karena dapat memberikan keunggulan kompetitif, mendorong inovasi, dan memungkinkan penemuan-penemuan yang bernilai untuk dimonetisasi.  

Contohnya, Paten yang telah dihasilkan FTMM adalah Airfeel dengan Inventor Prisma Megantoro dan tim. Airfeel merupakan sistem instrumentasi  berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengukur parameter cuaca dan polutan gas di udara dengan aplikasi web berbasis HTML. 

Parameter cuaca yang diukur meliputi, kecepatan dan arah angin, curah hujan, suhu dan kelembaban udara, tekanan udara, dan indeks UV. Di sisi lain, gas yang diukur adalah; amonia, hidrogen, metana, ozon, karbon monoksida, dan karbon dioksida. 

Uji coba AIRFEEL bersama mahasiswa

HKI dalam bentuk desain industri adalah hak hukum yang melindungi penampilan visual suatu produk yang dihasilkan melalui proses industri. Desain industri mencakup elemen-elemen seperti bentuk, warna, tekstur, atau pola yang memberikan produknya tampilan yang unik dan dapat dibedakan dari produk sejenis. 

Tujuan dari HKI desain industri adalah untuk mencegah penggunaan atau peniruan yang tidak sah dari desain tersebut oleh pihak lain. Desain industri memberikan pemiliknya hak eksklusif untuk membuat, menggunakan, dan menjual produk yang memiliki desain tersebut untuk jangka waktu tertentu.

Misalnya, HKI Desain Industri yang telah dihasilkan FTMM adalah BANGGA EVCS dengan Inventor Agus Mukhlisin, dkk. BANGGA EVCS (Barata-Airlangga Electric Vehicle Charging Station) merupakan produk hasil pengembangan dari kerjasama antara FTMM UNAIR dengan PT Barata Indonesia (Persero) melalui skema Matching Fund 2023. 

Bangga EVCS merupakan platform charging station yang dilengkapi dengan mobile application sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi energi, tracking, dan memudahkan dalam mengetahui status dan lokasi charging station terdekat. Aplikasi itu juga memfasilitasi transaksi sewa-menyewa charging station

Potret produk BANGGA EVCS (Barata-Airlangga Electric Vehicle Charging Station). (Foto: Istimewa)
Potret produk BANGGA EVCS (Barata-Airlangga Electric Vehicle Charging Station). (Foto: Istimewa)

HKI dalam bentuk hak cipta adalah hak hukum yang memberikan perlindungan kepada karya-karya kreatif dan ekspresi intelektual. Hal itu mencakup tulisan, musik, seni, film, gambar, dan perangkat lunak. HKI hak cipta memberikan pemiliknya hak eksklusif untuk mengontrol penggunaan, distribusi, dan penerbitan karya-karya tersebut. 

Contohnya, Hak Cipta yang telah dihasilkan FTMM, antara lain, buku berjudul Migrant Worker Empowerment oleh Yutika Amelia Effendi dkk. Selain itu, hak cipta tentang Peta 3D Photogrammetry dengan inventor Prisma Megantoro, dkk. Serta, hak cipta tentang Theme Song FTMM oleh Retna Apsari, dkk.  

HKI Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalah bentuk perlindungan hukum untuk desain tata letak dari sirkuit terpadu (Integrated Circuit Layout Design) yang digunakan dalam pembuatan chip atau sirkuit terpadu. Desain tata letak tersebut mencakup pola-pola geometris dari susunan elemen-elemen yang membentuk sirkuit terpaduseperti transistor, resistor, dan kapasitor. 

Perlindungan HKI untuk desain tata letak sirkuit terpadu memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk mencegah pihak lain menggunakan atau menyalin desain tersebut tanpa izin. Hal itu bertujuan untuk mendorong inovasi dalam industri semikonduktor dan mencegah praktik pembajakan atau penyalinan ilegal yang dapat merugikan pemegang hak cipta. 

Penulis: Tim LIPJPHKI & Feri Fenoria 

Baca juga:

LIPJPHKI dan AUP UNAIR Wadahi Masyarakat Ketahui Pengurusan Hak Kekayaan Intelektual

Festival HKI, Koordinator DJKI Kupas Tajam Perlindungan Merek