Universitas Airlangga Official Website

Mengenal Sejarah Gresik melalui Motif Batik Berbasis Media Digital

UNAIR NEWS – Pengenalan sejarah Gresik oleh Mahasiswa BBK-7 Kebungson sebagai salah satu bentuk perwujudan dari SDGs 4 yang mengusung adanya pendidikan berkualitas. Melalui kegiatan belajar bersama dengan anak-anak dari desa Kebungson, pengenalan sejarah dilakukan dengan memanfaatkan adanya media digital. Kegiatan yang dilakukan pada Selasa ( 20/01/2026), bertujuan untuk memberikan pengetahuan sejarah yang disampaikan dengan cara yang menarik antusias dari anak-anak.

Garis Sejarah Dalam Motif Batik

Wilayah strategis yang memiliki banyak pelabuhan sebagai tempat singgahnya berbagai pedagang dari macam wilayah hingga pedagang dari luar negeri, menciptakan  pertukaran budaya hingga mewujudkan berbagai keragaman yang ada di Gresik. Salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Gresik tertuang dalam keunikkan motif batik dari Rumah Batik Gajah Mungkur. Bukan hanya sebagai kain batik, keunikan dari setiap motif yang ada di batik Gajah Mungkur ini berisi cerita sejarah keragaman budaya yang ada di Gresik.

Motif yang ada dalam kain batik seperti sejarah jalur perdagangan sebagai muara pertukaran budaya, kuliner unik khas Gresik, hingga hewan endemik yang hanya ada di kepulauan Bawean sebagai salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Gresik. Bukan hanya sebagai suatu rumah produksi kain batik, Rumah Batik Gajah Mungkur sebagai suatu bentuk cagar budaya yang menjadi saksi sejarah dari masa kolonial hingga sekarang. Nama Gajah Mungkur yang memiliki filosofi untuk menjauhi keserakahan.

Media interaktif

Melalui edukasi yang diberikan kepada anak-anak diharapkan dapat menjadi suatu motivasi untuk terus menjaga dan mewarisi sejarah yang ada. Pengenalan sejarah yang dilakukan dengan pemanfaatan media digital dan metode  story telling sebagai sarana yang memberikan stimulasi optimal kepada anak-anak. Pendekatan tersebut bertujuan agar anak-anak Kebungson tidak hanya berperan sebagai pendengar,  melainkan ikut terlibat secara aktif dalam proses edukasi yang disampaikan.

Pengenalan sejarah sebagai bentuk edukasi diarahkan  untuk meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap nilai sejarah dan warisan budaya lokal Gresik. Optimalisasi media digital digunakan untuk menunjang pembelajaran dan meningkatkan pendidikan yang berkualitas sejalan dengan tujuan pada poin SDGs-4 tentang pendidikan berkualitas. Keterlibatan aktif anak-anak dalam proses belajar digunakan agar tidak hanya sebagai pendukung pasif tetapi sebagai upaya meningkatkan ketertarikan dalam belajar sejarah.

Penulis: Syahwa Arinda