Universitas Airlangga Official Website

Mengenal Teknologi Decellularisasi, Jantung Sapi untuk Manusia?

Mengenal Teknologi Decellularisasi, Jantung Sapi untuk Manusia?
Sumber: Tribunnews

Kedokteran regeneratif terus berkembang, dan salah satu inovasinya yang menjanjikan adalah penggunaan jaringan hewan untuk memperbaiki organ manusia. Jantung sapi (bovine pericardium), khususnya perikardium (lapisan luar jantung), memiliki potensi besar untuk diaplikasikan dalam berbagai prosedur medis, seperti perbaikan jaringan jantung, pembuatan katup jantung buatan, dan rekonstruksi jaringan lain seperti kulit dan tulang rawan.

Decellularisasi: Membersihkan Bovine Pericardium dari Sel-selnya

Agar jaringan bovine dapat digunakan pada manusia, diperlukan proses yang disebut decellularisasi. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan semua sel dan materi genetik dari jaringan bovine, sehingga hanya menyisakan kerangka struktural yang disebut extracellular matrix (ECM). ECM ini kemudian dapat digunakan sebagai “perancah” untuk menumbuhkan sel-sel baru pasien, menciptakan jaringan atau organ baru yang fungsional dan meminimalkan risiko penolakan oleh sistem imun.

ASB-16 vs SDS 0.5%: Mana yang Lebih Baik?

Studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Research membandingkan efektivitas dua agen decellularisasi, yaitu ASB-16 dan SDS 0.5%, pada bovine pericardium.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASB-16 lebih unggul dalam beberapa aspek:

  • Ukuran Pori: ASB-16 menghasilkan jaringan dengan pori-pori yang lebih besar, memudahkan sel-sel baru untuk tumbuh dan bermigrasi, sehingga meningkatkan regenerasi jaringan.
  • Keamanan: ASB-16 memiliki efek toksik yang lebih rendah pada sel (sitotoksisitas) dibandingkan SDS 0.5%, menjadikannya lebih aman untuk aplikasi medis.
  • Kekuatan Mekanik: Jaringan yang didecellularisasi dengan ASB-16 menunjukkan kekuatan dan elastisitas yang lebih baik, krusial untuk aplikasi medis yang membutuhkan daya tahan, seperti katup jantung.

Mengapa Hasil Ini Penting?

Studi ini memberikan bukti kuat bahwa ASB-16 adalah agen decellularisasi yang lebih efektif dan aman untuk bovine pericardium. Penggunaan ASB-16 dapat menghasilkan jaringan bovine yang lebih optimal untuk transplantasi dan rekayasa jaringan, membuka jalan bagi pengobatan penyakit jantung dan kondisi medis lainnya.

Masa Depan Kedokteran Regeneratif

Decellularisasi hanyalah salah satu contoh kemajuan dalam kedokteran regeneratif. Di masa depan, kita mungkin akan melihat teknologi lain seperti pencetakan 3D organ dan terapi sel punca yang akan merevolusi dunia medis.

Dengan penelitian dan inovasi yang berkelanjutan, kita dapat berharap kedokteran regeneratif akan memberikan solusi bagi berbagai masalah kesehatan, meningkatkan kualitas hidup manusia, dan memperpanjang harapan hidup.

Penulis: Heroe Soebroto, Ferdiansyah Mahyudin, Gondo Mastutik, Abu Rizal Dwikatmono Johan, Arisvia Sukma Hariftyani, Chabib Fachry Albab

Link: https://doi.org/10.48309/JMPCR.2024.443069.1117

Baca juga: Relevansi Sistem Pemantauan Mikotoksin dalam Urin Sapi