Universitas Airlangga Official Website

Mengidentifikasi Pengaruh Gender, Agama, dan Budaya terhadap Kelumpuhan Tidur Mahasiswa

Ilustrasi mahasiswa (foto: dok isitmewa)

Penelitian ini telah mengeksplorasi pengetahuan masyarakat tentang fenomena kelumpuhan tidur dalam masyarakat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pandangan yang bernuansa dengan berfokus pada tiga faktor utama, budaya, agama, dan gender, yang memengaruhi pengalaman hidup orang-orang yang mengalami kelumpuhan tidur. Dalam penelitian kualitatif ini, untuk memperoleh persepsi holistik tentang pengetahuan masyarakat tentang hal itu, kami memilih partisipan pria dan wanita yang pernah mengalami kelumpuhan tidur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh budaya dan agama terhadap pengalaman orang-orang yang mengalami kelumpuhan tidur, dan gender dikaitkan dengan cerita rakyat tentang makhluk-makhluk yang dikaitkan dengan dongeng dan ajaran Islam. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keberagaman etnis telah menciptakan kumpulan keserbagunaan untuk mengidentifikasi berbagai pengalaman terkait kelumpuhan tidur. Pengalaman-pengalaman ini bukan hanya bagian dari situasi medis, tetapi menggambarkan aspek-aspek multikultural yang tertanam dalam diri individu-individu sepanjang hidup mereka. Terakhir, penelitian ini menunjukkan bahwa ada kompleksitas dalam interaksi antara budaya, agama, dan gender terhadap kelumpuhan tidur. Hal ini perlu diselidiki lebih lanjut untuk menciptakan terapi yang sesuai dengan budaya yang mungkin memiliki efek yang menguntungkan pada hasil kesehatan fisik dan mental.

By: Dr Muhammad Saud BS., MS.
DOSEN SOSIOLOGI FISIP UNAIR
https://doi.org/10.1007/s11013-024-09892-2