Penelitian ini menunjukkan adanya faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perkembangan mahasiswa. Perkembangan mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang secara signifikan memiliki dampak pada kesejahteraan dan prestasi akademik mereka. Karenanya, dalam studi ini mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan mahasiswa dan mendeskripsikan karakterist ik mahasiswa yang mencapainya. Setelah melalui proses penelitian yang ketat, dan mengikuti protokol penelitian maka dapat diungkapkan bahwa faktor-faktor psikologis, makna dan tujuan, proyek pribadi, dukungan sosial, hubungan sosial, dan faktor lingkungan memengaruhi perkembangan mahasiswa untuk berprestasi. Mahasiswa yang mampu mengembangkan diri menunjukkan kesejahteraan emosional dan psikologis (37,5%), fungsi sosial yang positif (31,25%), prestasi dan kompetensi (18,75%), dan fungsi psikologis yang positif (12,5%). Temuan-temuan ini, selaras dengan penelitian sebelumnya dan teori pengembangan diri.
Ketika ingin mengembangkan diri mahasiswa, maka perlu melakukan pendekatan holistik yaitu memperhatikan faktor internal dan eksternal dari mahasiswa, serta perlunya dilanjutkan dengan pemberian intervensi yang terarah selama proses pengembangan diri berlangsung. Sebelumnya perlu juga dilakukan pemetaan komprehensif faktor dan karakteristik pengembangan diri mahasiswa ini. Melalui konsep alur ini diharapkan akan banyak membantu Universitas sebagai tempat mahasiswa belajar dalam menelusuri potensi mahasiswa.
Pihak Universitas sebagai tempat mahasiswa belajar, perlu menyadari pentingnya mahasiswa memiliki unsur psikologis yang mencakup kesadaran diri, welas asih terhadap diri sendiri dan efikasi diri. Selain itu perlu pula mahasiswa memiliki makna dan tujuan, termasuk rasa bermakna dan rasa syukur. Proyek pribadi, dukungan sosial, hubungan sosial, dan faktor lingkungan seperti religiusitas dan karakteristik tempat juga berperan positif, Tentunya dalam pekasanaannya perlu juga interaksi sosial yang suportif dengan teman, dosen, dan orang tua. Ketika rasa rasa tidak sendirian inilah yang akan mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan diri secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan mengembangkan faktor internal dan eksternal serta memilih lingkungan yang tepat secara seimbang dan terintegrasi, mahasiswa dapat mencapai perkembangan yang optimal, yang ditandai dengan kesejahteraan psikologis, prestasi akademik, dan fungsi sosial yang optimal. Akhirnya mahasiswa berprestasi sebagai bukti adanya pengembangan diri, tidak lagi dilihat dari segebok sertifikat yang dimiliki namun dari bagaimana mahasiswa memiliki kesejahteraan psikologis dan mampu berfungsi sosial dengan baik.
Penulis: Dr. Dewi Retno Suminar, Dra., M.Si.





