Universitas Airlangga Official Website

Mengukir Sejarah di Satu Semester, Mahasiswa Vokasi UNAIR Raih Dua Penghargaan Nasional

Mohammad Pradana Setyawan Bersama Tim Radju, Berhasil Meraih Juara 1 LIDM (Foto: Istimewa)
Mohammad Pradana Setyawan Bersama Tim Radju, Berhasil Meraih Juara 1 LIDM (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mohammad Pradana Setyawan, mahasiswa Program Studi Teknologi Radiologi Pencitraan, Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil meraih dua penghargaan nasional sekaligus pada semester tiga, yaitu Medali Emas LIDM (Lomba Inovasi Digital Mahasiswa) dan penghargaan pada KBMK (Kompetisi Bisnis Manajemen dan Keuangan). Keduanya merupakan kompetisi bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Perjalanan Penuh Tantangan

Pradana mengungkapkan bahwa pencapaian ini berawal dari ketidaksengajaan. Ia awalnya berfokus pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), namun setelah melakukan riset, ia mengetahui bahwa terdapat kompetisi lain dari Kemendikti yang sejalan dengan minatnya. Kesempatan kolaborasi dengan beberapa mahasiswa dari berbagai fakultas mendorongnya untuk bergabung.

“Prinsip saya sederhana: apa pun yang saya ambil, saya kerjakan dengan sungguh-sungguh. Jika tidak berhasil, setidaknya saya dan tim tahu bahwa kami sudah berupaya maksimal,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa LIDM merupakan ajang yang belum pernah dimenangkan oleh UNAIR sebelumnya. “Alhamdulillah, kami berhasil membawa pulang emas pertama itu.”

Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah manajemen waktu. Tim LIDM dan KBMK terdiri dari mahasiswa aktif dengan beragam kesibukan seperti bekerja, organisasi, serta riset. Ketidaksesuaian timeline sempat beberapa kali terjadi.

Untuk mengatasinya, tim melakukan penataan jadwal ulang serta menyelaraskan kembali komitmen masing-masing. “Kami sering berdiskusi di workshop Kampus C hingga pukul 10 malam. Untuk KBMK, kami bahkan mengerjakannya sampai larut. Dua kompetisi berjalan bersamaan memang berat, tapi semuanya dimudahkan,” jelasnya.

Kunci Keberhasilan

Pradana menekankan pentingnya memahami materi sejak awal perkuliahan. Dengan demikian, ia tidak perlu belajar ulang secara menyeluruh dari awal. “Saya fokus menentukan prioritas, bertanya ketika tidak paham, dan tidak menunda,” tambahnya. 

Ia menyebut orang tua sebagai pendorong utama yang memberikan doa dan dukungan penuh. Selain itu, sinergi dalam tim menjadi kekuatan penting. “Bonding yang kuat dan saling menguatkan adalah kunci kami,” tegasnya.

Rasa ragu selalu muncul sebelum berkompetisi. Namun, pradana berusaha untuk mengelolanya dengan membangun mindset positif. “Bagi saya, kemenangan berasal dari tiga hal: perjuangan, keberuntungan, dan dukungan. Selama tiga hal itu dijaga, keraguan tidak akan mengalahkan,” tambahnya

Lebih lanjut, Pradana juga menceritakan pengalaman masa lalu yang sempat membuatnya merasa terbatas. “Dulu saya merasa kecil karena berasal dari desa dan lulusan pesantren. Tapi justru itu yang mengajarkan bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan berani mencoba,” ujar Pradana.

Pesan untuk Mahasiswa UNAIR

Setelah pencapaian gemilang ini, Pradana menargetkan untuk memperdalam keilmuan radiologi dan berkesempatan mengikuti konferensi atau kegiatan kepemudaan di tingkat internasional.

Sebagai penutup, Pradana berpesan kepada mahasiswa UNAIR untuk tidak menjadikan rasa kurang percaya diri sebagai batasan. “Percayalah, menjadi juara butuh tiga hal: percaya, belajar, dan berani gagal. Terus coba, terus belajar, sampai kemenangan datang pada waktunya,” pungkas Pradana.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto