Universitas Airlangga Official Website

Mengurai Pestisida: Peran Ganda Metabolit Mikroba

Ilustrasi bakteri dengan metabolit sekunder yang dihasilkannya saat mengurai pestisida. (sumber: unauthorized)
Ilustrasi bakteri dengan metabolit sekunder yang dihasilkannya saat mengurai pestisida. (sumber: unauthorized)

Penggunaan pestisida yang luas telah meningkatkan hasil panen secara signifikan, namun juga meninggalkan residu beracun yang menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan. Untungnya, alam menawarkan solusi melalui biodegradasi mikroba, di mana mikroorganisme seperti bakteri dan jamur dapat memecah senyawa berbahaya ini.

Sebuah tinjauan ilmiah baru-baru ini menunjukkan peran penting metabolit sekunder mikroba, seperti biosurfaktan dan enzim ekstraseluler, dalam proses ini. Metabolit-metabolit ini bekerja dengan meningkatkan kelarutan pestisida, membuatnya lebih mudah diakses dan dihancurkan oleh mikroba. Beberapa bakteri seperti Pseudomonas dan jamur seperti Aspergillus niger telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mendegradasi pestisida, bahkan dengan tingkat efisiensi di atas 85%.

Meskipun demikian, ada sisi lain yang perlu diwaspadai. Proses degradasi ini kadang kala menghasilkan metabolit yang justru lebih beracun, lebih mudah berpindah, dan bahkan lebih berbahaya bagi ekosistem daripada pestisida aslinya. Contohnya adalah produk sampingan seperti 3,5,6-trichloro-2-pyridinol (TCP) dan malaoxon yang memiliki sifat neurotoksik.

Perlu adanya pergeseran paradigma. Alih-alih hanya berfokus pada penghilangan pestisida, penting untuk mengelola risiko secara komprehensif, termasuk menilai toksisitas dari produk transformasinya. Dengan mengoptimalkan konsorsium mikroba dan memprioritaskan penilaian risiko metabolit, kesenjangan antara studi laboratorium dan keselamatan lingkungan di dunia nyata dapat dijembatani.

Ditulis oleh: Dr. Rury Eryna Putri, S.Si, M.Si – S2 Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana UNAIR

Artikel rujukan: http://dx.doi.org/10.1007/s11270-025-08376-2