Universitas Airlangga Official Website

Menjaga Kesehatan saat Usia Remaja

sumber: halodoc
Ilustrasi remaja halodoc

Remaja merupakan kelompok usia produktif  seharusnya memiliki kesehatan prima. Remaja merupakan kelompok usia produktif  seharusnya memiliki kesehatan prima. Remaja adalah kelompok masyarakat yang mengambil peranan besar di kemudian hari. Kesehatan remaja meliputi fisik, mental dan sosial. Kesehatan fisik ditunjukkan dengan aktifitas fisik yang dilakukan. Asupan makanan yang dikonsumsi oleh remaja berhubungan dengan kesehatan fisik remaja, karena serat dan vitamin yang terkandung akan meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh. Serat dan vitamin terkandung dalam buah dan sayur. Akses kemudahan untuk memperoleh sayur dan buah mempengaruhi konsumsi sayur dan buah dalam keluarga selain pengetahuan keluarga akan manfaat sayur dan buah bagi kesehatan remaja. Keluarga remaja di desa lebih membiasakan anaknya untuk mengkonsumsi sayur dan buah. Kebiasaan sarapan pagi lebih sering dilakukan oleh remaja di desa. Sarapan pagi sangat bermanfaat dalam  menjaga remaja menjadi agar lebih sehat fisiknya. Pola makan yang buruk seperti makan dan minum yang mengandung gula misalnya snack, minuman bersoda adalah hal yang perlu dihindari oleh remaja, karena akan memicu obesitas pada remaja. Pola makan yang buruk pada remaja akan memicu terjadinya pre metabolic syndrome seperti makanan yang tinggi lemak. Makanan tinggi lemak seperti makanan yang di goreng, makanan bersumber hewan seperti babat, usus yang pada pengolahannya juga digoreng. Hal lain yang berhubungan dengan pre metabolic syndrome pada remaja adalah asupan garam. Makanan yang memiliki rasa gurih banyak mengandung natrium.  Natrium intake dapat bersumber snack seperti keripik . Kebiasaan remaja sering kali sambil melakukan aktifitas misalnya menonton bioskop diiringi makan keripik dan minum kopi.

Kebiasaan yang kurang aktifitas gerak berpengaruh terhadap pre syndrome metabolic. Kebiasaan sedentary berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja . Aktifitas fisik remaja yang memanfaatkan  waktu luang dan akhir minggu yang cenderung sedentary seperti duduk dengan teman sosial, mendengarkan music  akan mempengaruhi kejadian obesitas.

Kebiasaan buruk seperti menghisap rokok baik elektrik maupun bukan elekrik memiliki hubungan bermakna dengan kesehatan fisik remaja. Kebiasaan merokok berkaitan dengan penyakit yang akan diderita di kemudian hari seperti kanker, penyakit jantung. Remaja yang membiasakan diri tidak merokok adalah remaja yang memiliki pengetahuan dan kemampuan menolak kebiasaan merokok.

Kesehatan reproduksi remaja adalah salah satu masalah yang yang perlu mendapatkan perhatian.  Pencegahan penyakit yang menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual perlu dilakukan. Permasalahan kesehatan reproduksi berkaitan dengan kebiasaan buruk seperti perilaku seksual bebas. Remaja adalah masa Dimana terjadi ketertarikan dengan lawan jenis sangat kuat. Media sosila elektrik merupakan salah satu media yang digunakan remaja dalam mencari pasangan. Perkawinan pada usia dini berhubungan dengan  pengetahuan orang tua dan pengetahuan remaja Pengetahuan  akibat perkawinan dini yang nerkaitan terhadap kesehatan remaja perlu diketahui baik oleh remaja dan lingkungan soisal disekitar remaja. Lingkungan sosial seperti sekolah , media sosial , teman sebaya dan orang tua. Orang tua harus memiliki kemampuan komunikasi yang bermanfaat untuk anak remaja terutama dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja . Ketrampilan orang tua dan pengetahuan orang tua tentang perkawinan dini berhubungan dengan pendidikan orang tua. Semakin rendah pendidikan orang tua semakin buruk pengetahuan tentang perkawinan dini. Kemampuan remaja dalam mencari informasi di media sosial yang bermanfaat bagi dirinya adalah penting.

Kualitas tidur berhubungan dengan gejala pre metabolic syndrome, dimana kualitas tidur semakin rendah kejadian pre metabolic syndrome semakin meningkat. Kebiasaan tidak tidur malam , para remaja menyenangi kegiatan bertemu dengan temannya di café sambil minum kopi. Kopi yang dijual diwarung mengandung gula sehingga meningkatkan risiko terjadinya pre metabolic syndrome.

Kesehatan mental seperti stress dapat dialami oleh remaja karena konflik dalam keluarga dan lingkungan. Stress pada remaja dapat mempengaruhi perilaku konsumsi makanan dan minuman sehingga berpengaruh terhadap status gizi. Kondisi sosial ekonomi disekitar kehidupan remaja dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja.

Dorongan keluarga dan teman diperlukan dalam melakukan aktifitas fisik Selain itu, aktifitas fisik membutuhkan dorongan dalam dirinya yang ditunjukkan dengan jadwal perencanaan aktifitas fisik yang dibuat.  Dukungan lingkungan akan menstimulasi para remaja untuk melakukan aktifitas fisik seperti ketersediaan alat olah raga di fasilitas umum, sekolah dan rumah. Taman kota yang dilengkapi fasilitas olah raga akan mempengaruhi para remaja menggunakannya. Perlunya daya dukung pemerintah dalam menjaga kebugaran perlu untuk kesejahteraan Masyarakat

Penulis : Lucia Yovita Hendrati

Sumber : Lucia Yovita Hendrati.  Adolescent Health and Challenges. Indonesian Journal of Public Health. 20 (1), 1-2