Universitas Airlangga Official Website

Menjaga Keseimbangan Tubuh Anak dengan Stoma: Pentingnya Pemeriksaan Elektrolit Feses

halodoc.com

Gangguan saluran pencernaan banyak terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia, seperti kelainan bawaan usus, necrotizing enterocolitis (infeksi dan peradangan usus yang sering terjadi pada bayi prematur), atau sumbatan usus. Prosedur stoma intestinal sebagai tindakan medis dengan pembuatan lubang buatan diperut yang diperlukan untuk menangani berbagai kondisi saluran pencernaan pada anak-anak. Prosedur stoma intestinal dapat memperbaiki kualitas hidup anak, namun juga memiliki dampak bagi kesehatan anak. Perubahan fungsi usus setelah prosedur stoma intestinal bersifat signifikan dan beragam. Dampak kesehatan yang sering dialami anak adalah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, beresiko lebih tinggi terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Stoma yang terbentuk dapat mengganggu proses penyerapan normal dan peningkatan kehilangan cairan sehingga mempengaruhi penyerapan nutrisi dan fungsi saluran pencernaan secara keseluruhan. Gejala yang dirasakan anak dengan gangguan cairan dan elektrolit seperti lemas, mintah, diare, gangguan kesadaran hingga komplikasi serius. Oleh karena itu diperlukan pemantauan yang berkelanjutan terhadap keseimbangan cairan dan elektrolit, status gizi dan kesehatan keseluruhan untuk anak-anak dengan stoma.

          Beberapa penelitian menjelaskan bahwa terdapat faktor yang mempengaruhi kejadian gangguan cairan dan elektrolit pada anak dengan stoma . Faktor-faktor tersebut antara lain, faktor gizi anak sebelum operasi, letak stoma dan panjang reseksi usus saat operasi serta infeksi pasca operasi. Anak-anak dengan kekurangan gizi sebelum operasi  sangat rentan terhadap gangguan cairan dan elektrolit pada anak dengan stoma. Letak stoma yang lebih tinggi dan panjang reseksi usus yang luas saat operasi dapat menyebabkan penyerapan zat gizi tidak adekuat sehingga terjadi malnutrisi pada anak. Kejadian infeksi pasca operasi anak dengan stoma memperparah gangguan cairan dan elektrolit pada anak. Kehilangan natrium melalui feses pada anak-anak yang cukup gizi atau mereka yang mengalami Malnutrisi Energi Protein (PEM) yang lebih ringan dapat menjadi sangat penting baik pada kasus kolera maupun non-kolera, yang berdampak pada kestabilan elektrolit tubuh.

          Ginjal merupakan organ utama yang berperan dalam mengatur keseimbangan elektrolit dan membuangnya melalui urin. Selain itu terdapat beberapa organ dalam tubuh yang berperan dalam proses pengeluaran elektrolit, salah satunya adalah saluran pencernaan. Pasien dengan stoma, khususnya stoma yang terletak di atas usus besar (kolon) mengeluarkan elektrolit  melalui stoma. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan elektrolit dalam feses perlu dievaluasi secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi klinis pasien dan dikonfirmasi melalui pemeriksaan elektrolit darah. Pemeriksaan elektrolit feses memiliki peran penting dalam menilai kadar elektrolit dan osmolalitas dalam sampel feses cair. Pemeriksaan elektrolit feses dapat memberikan gambaran jumlah kehilangan elektrolit dan membantu membedakan penyebab diare kronis. Hal tersebut sangat memudahkan untuk perencanaan terapi penggantian cairan dan elektrolit yang tepat.

          Pemeriksaan kadar elektrolit dalam feses pada anak dengan stoma masih jarang diterapkan, salah satunya karena belum tersedia acuan nilai normal yang jelas, mengingat beragamnya komplikasi yang dapat muncul pada pasien anak dengan kondisi ini. Sementara itu, pemeriksaan elektrolit dalam darah yang dilakukan secara berulang cenderung bersifat invasif, menimbulkan rasa nyeri, dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh sebab itu, pengukuran elektrolit feses menjadi pilihan alternatif yang lebih aman dan tidak invasif. Pemeriksaan ini berguna untuk memantau kehilangan elektrolit, mengevaluasi keberhasilan terapi penggantian cairan dan elektrolit, serta membantu mengidentifikasi adanya gangguan penyerapan nutrisi atau penyebab keluaran feses yang berlebih. Walaupun pemeriksaan elektrolit feses berpotensi besar sebagai metode yang  mendukung penegakan diagnosis dan memantau efektivitas terapi, pemeriksaan elektrolit feses masih sangat terbatas dilakukan untuk perawatan anak dengan stoma. Penelitian yang lebih lanjut dan mendalam perlu dilakukan untuk meningkatkan  dan membuktikan secara ilmiah manfaat klinis pemeriksaan elektrolit feses, menetapkan nilai rujukan yang sesuai, serta mengkaji efektivitas pemeriksaan elektrolit feses dalam berbagai kondisi pasien. Hal tersebut sangat bermanfaat terutama di negara berkembang, di mana prevalensi gangguan saluran pencernaan cukup tinggi dan sumber daya medis terbatas, optimalisasi pemeriksaan ini dapat menjadi solusi noninvasif yang penting dalam pemantauan keseimbangan elektrolit, pencegahan komplikasi serius, dan peningkatan pengobatan serta penanganan pada anak dengan stoma.

Penulis: Dr. Alpha Fardah Athiyyah, SpA(K)

https://doi.org/10.55214/25768484.v8i6.3142

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Haliza, W. ., Ranuh, R. G. ., Athiyyah, A. F. ., Novi, T. ., Darma, A. ., Sumitro, K. R. ., & Sudarmo, S. M. . (2024). Examination of fecal electrolyte on pediatric patient with intestinal stoma. Edelweiss Applied Science and Technology, 8(6), 5187–5191. https://doi.org/10.55214/25768484.v8i6.3142