Universitas Airlangga Official Website

Menuju Target 95-95-95 untuk Penanggulangan Infeksi HIV

Foto by KlikDokter

Infeksi Human Immunodeficiency Virus atau lebih banyak dikenal sebagai HIV, hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan global. Karenanya, pada tahun 2020, The Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) membarui target 90-90-90 menjadi 95-95-95 untuk dicapai pada tahun 2030. Target tersebut salah satunya mencakup 95% Orang dengan HIV (ODHIV) yang mendapat terapi dengan obat antiretroviral (ARV) untuk dapat mencapai supresi viral load. Umumnya, ODHIV dapat mencapai supresi viral load kurang lebih enam bulan setelah memulai pengobatan. Kegagalan untuk mencapai supresi viral load akan menyebabkan ODHIV menjadi lebih berisiko untuk mengalami ko-infeksi dan rentan mengalami penurunan kualitas hidup.

Dilatarbelakangi oleh alasan tersebut, Megasari dan Wijaksana berupaya untuk mengidentifikasi faktor yang sekiranya dapat menyulitkan ODHIV yang tinggal di Bali untuk mencapai supresi viral load. Secara definisi, viral load dikatakan tersupresi apabila jumlah virus tidak dapat dideteksi dengan pemeriksaan menggunakan metode real-time reverse-transcription polymerase chain reaction (qRT-PCR). Ambang deteksi pemeriksaan dengan qRT-PCR umumnya adalah 50 kopi/mL.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada ODHIV yang telah memperoleh pengobatan, adanya resistensi terhadap ARV merupakan faktor utama kegagalan mencapai supresi viral load. Sembilan dari 58 ODHIV (15,51%) yang telah mendapat ARV mengalami kegagalan supresi viral load, yang mana ODHIV tersebut mengalami resistensi terhadap satu hingga tiga jenis ARV yang digunakan untuk terapi. Sedangkan pada ODHIV yang belum memperoleh pengobatan ARV, adanya ko-infeksi tuberculosis (TB), tubuh kurus yang ditandai oleh indeks massa tubuh (IMT) yang rendah, dan stadium klinis yang tinggi menyebabkan viral load yang lebih tinggi.

Sebagai upaya untuk mendukung tercapainya target 95% ODHIV yang memperoleh ARV untuk mencapai supresi viral load, faktor determinan yang teridentifikasi tersebut perlu mendapat perhatian. ODHIV dengan resistensi ARV perlu mendapat penyesuaian jenis ARV yang digunakan, agar tidak menghambat tercapainya supresi. Pada ODHIV yang belum memperoleh terapi, pengobatan ko-infeksi TB, pemenuhan gizi untuk mencapai IMT yang normal, dan manajemen klinis untuk mencegah perburukan stadium klinis akan dapat menunjang tercapainya supresi viral load Ketika ODHIV memulai pengobatannya.

Penulis: NLA Megasari

Artikel penuh dapat dilihat pada laman:

https://medic.upm.edu.my/jurnal_kami/volume_19_2023/mjmhs_vol19_supp_3_february_2023-71634

Megasari et al. Factors Affecting HIV Viral Load of Antiretroviral Therapy-Experienced and Naïve Individuals Residing in Bali, Indonesia. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences. 2023;19(Supp3): 111–115.