UNAIR NEWS – Seiring perkembangan zaman, peran dan kiprah perempuan dalam transformasi sosial semakin terlihat. Perlahan namun pasti, perempuan telah terlibat dalam posisi-posisi penting di berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, hingga politik. Dalam rangka memperingati hari Kartini (21/4/2024), Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Tri Soesantari, Dra MSi menyampaikan gagasan soal perempuan modern dan pemikiran Kartini masa kini.
Perempuan dan Pendidikan
Dosen yang kerap disapa Tri itu menuturkan, perempuan saat ini telah memiliki kemandirian dalam berpikir. Seperti Kartini, kini perempuan telah memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan dalam aspek kehidupan. “Menurut saya, perempuan saat ini memiliki pemikiran modern untuk menempuh pendidikan. Mereka juga mampu hidup mandiri selaras dengan pemikiran Kartini pada zaman itu,” tutur Tri.

Perempuan yang memiliki akses pendidikan, kata Tri, cenderung akan lebih mudah dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. “Perempuan yang berpendidikan akan lebih mudah dalam memahami teknologi dan mampu memperoleh kemandirianya sendiri,” imbuhnya.
Budaya Patriarki Jadi Hambatan
Kendati demikian, Tri tidak menampik kondisi bahwa budaya patriarki di Indonesia masih menjadi hambatan utama bagi perempuan. Kebebasan dan kesetaraan yang menjadi hak setiap individu, terasa berbeda bagi perempuan. Perspektif masyarakat tentang perempuan yang tidak perlu berpendidikan tinggi sangat merugikan perempuan.
Untuk itu, lanjutnya, semua pihak harus lebih responsif dalam menempatkan posisi perempuan dan laki-laki secara adil dan setara. “Kesetaraan gender harus terus dibangun secara responsif untuk dapat menempatkan perempuan dan laki laki secara adil dan setara,” ujar dosen yang juga aktif mengkaji studi gender itu.
Dengan adanya akses pendidikan, perempuan akan memperoleh kemampuan dan kompetensi diri. Sehingga, perempuan mampu bersaing dan mendapatkan hak yang semestinya diterima oleh setiap individu. Perempuan juga berhak menjadi calon penerus bangsa sekaligus sebagai pendidik yang mempersiapkan generasi emas untuk Indonesia di masa mendatang.
“Perempuan modern saat ini harus terus memperjuangkan haknya dalam mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki laki. Dengan begitu, perempuan akan mampu berdiri di kakinya sendiri dalam berbagai bidang kehidupan,” pungkasnya.(*)
Penulis: FISIP UNAIR
Editor: Yulia Rohmawati





