Universitas Airlangga Official Website

Pakar UNAIR Jadi Delegasi Indonesia Asia Pascific Pediatric Pneumococcal Forum di Kuala Lumpur

UNAIR NEWS – Pneumonia merupakan penyakit infeksius utama yang sering berujung pada kematian, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun dan orang dewasa lanjut usia. Penyebab utamanya adalah bakteri Pneumococcus adalah bakteri jenis Streptococcus pneumoniae, yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, termasuk pneumonia dan meningitis. Untuk mencegah infeksi, Vaksin pneumokokus telah menjadi strategi utama.

Namun, bakteri ini memiliki banyak serotipe, dan vaksin hanya melindungi dari beberapa serotipe tertentu. Fenomena “serotipe shifting” adalah perubahan dalam serotipe bakteri pneumokokus, yang dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Ini bisa terjadi karena tekanan selektif dari vaksinasi atau penggunaan antibiotik, dan dapat menyebabkan serotipe baru yang tidak terlindungi oleh vaksin muncul.

Meskipun vaksin pneumokokus telah berhasil mengurangi kasus pneumonia, terutama yang disebabkan oleh serotipe tertentu, masih ada kekhawatiran terkait serotipe shifting. Oleh karenanya, untuk mengatasi serotipe shifting, penting untuk terus memantau perubahan dalam serotipe mikroorganisme yang menjadi patogen, penelitian dan pemantauan terus-menerus terhadap epidemiologi serotipe pneumokokus dan pengembangan vaksin yang lebih efektif diperlukan. Untuk mengukur respon imun terhadap vaksin pneumokokus, para peneliti menggunakan berbagai metode. Mereka mengukur antibodi spesifik dalam darah dan melihat aktivitas sel-sel kekebalan tubuh. Fokusnya saat ini adalah mengembangkan vaksin yang lebih baik, terutama untuk serotipe 3 pneumokokus yang sulit diatasi. Selain itu, upaya perlu dilakukan untuk memperluas cakupan vaksinasi pneumokokus, terutama di negara-negara berkembang di mana akses terhadap vaksin masih terbatas.

Penelitian terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam kejadian pneumonia, terutama pneumonia disebabkan oleh serotipe-serotipe yang tercakup dalam vaksin pneumokokus. Varian terbaru dari vaksin pneumokokus, seperti PCV15, telah terbukti efektif dalam mengurangi kasus pneumonia yang disebabkan serotipe-serotipe tertentu. Vaksinasi pneumokokus telah memberikan perlindungan yang signifikan terutama pada kelompok rentan, seperti anak-anak, orang tua, dan individu dengan penyakit kronis atau sistem kekebalan yang melemah. Dengan mengurangi kasus pneumonia pada kelompok-kelompok ini, dampak jangka panjangnya dapat berpotensi mengurangi beban penyakit dan kematian terkait pneumonia.

Dengan demikian, vaksinasi pneumokokus dapat memberikan perlindungan baik terhadap pneumonia, mengurangi penggunaan antibiotik berlebihan, dan memperlambat perkembangan resistensi antibiotik. Meskipun tantangan ada, kolaborasi antarnegara di regional Asia Pasifik dalam mengatasi masalah sangatlah penting. Adanya penemuan terbaru novel vaksin pneumococcus menjanjikan serta kesadaran pentingnya program vaksinasi mengurangi beban penyakit, diharapkan regional Asia Pasifik dapat mengatasi tantangan dan meningkatkan perlindungan terhadap infeksi pneumokokus. Kerjasama kokoh antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, upaya pencegahan dan kontrol terhadap penyakit dapat ditingkatkan demi kesehatan dan kesejahteraan bersama. Semoga informasi ini bermanfaat memahami perkembangan terkini terkait vaksin pneumococcus dan tantangan yang dihadapi di regional Asia Pasifik.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini melibatkan ahli diberbagai negara: Mark van der Linden (Germany), Jin Oh Kim (Republik of Korea), Lauren Felo (USA), VibekeArentz (France), Meridith Crosley Grundei (USA), Timothy Nussbaumer (USA). Selain itu forum tersebut dihadiri oleh 10 orang delegasi yang berasal dari Indonesia diantaranya Prof.Dr. Hartono,Sp.A(K) Satgas Imunisasi dan Ketua PP IDAI Dr. Piprim SpA(K), Prof.Dr. Nastiti Kaswandani,SpA(K), Prof.Dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), dr. Mahendra Tri Arif Sampurna, Sp.A(K).,Ph.D dan beberapa dokter anak serta dokter umum yang bergerak di bidang vaksinasi. Acara tidak hanya membahas tentang Masalah Pneumokokus dan penanganannya, memberikan bekal peserta ilmu komunikasi,  sesi training kepada calon speaker untuk menjadi pembicara di luar.