“Boleh Jadi, kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Boleh jadi juga kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
(Q.S Al-Baqarah: 216)”
UNAIR NEWS – Wisuda periode ke-244 Universitas Airlangga (UNAIR) menandai momen penting bagi Fitri Rachmillafadmi. Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini berhasil meraih gelar doktor dengan IPK sempurna 4,00 dalam waktu 2 tahun 10 bulan. Prestasi ini membuktikan bahwa kerja keras dan manajemen waktu yang efisien dapat membawa hasil yang luar biasa. Apalagi Fitri berhasil meraih gelar doktor di tengah kesibukan sebagai Ibu.
Fitri mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa ini. “Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur. Gelar lulusan terbaik ini merupakan hadiah dari Allah atas usaha yang sudah saya kerahkan. Saya tidak menetapkan target untuk ini, hanya fokus menyelesaikan studi dengan maksimal,” ungkapnya.
Dalam perjalanannya menyelesaikan studi, Fitri berhasil melewati 13 tahap seminar dan ujian dengan waktu yang lebih cepat. Tak hanya itu, ia juga mampu menghasilkan dua publikasi di jurnal terindeks Scopus yang tergolong prestisius, masing-masing berada di peringkat Q3 dan Q1.
Tantangan membagi Waktu
Di balik keberhasilannya, Fitri mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah membagi waktu antara peran sebagai mahasiswa, istri, dan ibu dari tiga anak. Meski sulit, ia tetap berusaha keras untuk menjalankan semuanya dengan seimbang. “Justru kesulitan ini yang menjadi sumber kekuatan dan motivasi bagi saya untuk terus maju dan menyelesaikan studi dengan baik,” jelasnya.
Dalam menjalani perannya, Fitri membagi waktu dengan menetapkan target pencapaian setiap tiga bulan. Untuk fokus mengerjakan riset, ia menggunakan waktu malam atau dini hari, sembari tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai ibu dan istri. “Saya rutin mengevaluasi perkembangan dan terus berkonsultasi dengan pembimbing untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Setelah lulus, Fitri berencana untuk melanjutkan karirnya sebagai dosen di Universitas Mandala Waluya di Kendari. Dalam peran barunya, ia ingin memanfaatkan hasil risetnya untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang ada di Sulawesi Tenggara.
Fitri juga berkomitmen untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman dengan mahasiswa serta rekan sejawatnya. Ia berharap dapat berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik kesehatan, serta berperan aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan di universitas tempat ia mengajar.
Kepada mahasiswa lain, Fitri menyarankan untuk selalu berpikir positif, berusaha maksimal, berdoa, dan tawakal. Ia menegaskan bahwa apapun hasilnya, studi tetap harus diselesaikan.
Penulis: Hana Mufidatuz Zuhrah
Editor: Edwin fatahuddin





