Rumah dalam ilmu akuntansi diakui sebagai aset. Namun, perumahan memiliki banyak fitur yang membedakannya dari aset lain, seperti ekuitas. Real estate tidak hanya aset tetapi juga konsumsi yang tahan lama baik untuk rumah tangga, menyediakan tempat tinggal dan layanan perumahan lainnya. Akibatnya, rumah sering kali merupakan aset terbesar dan terpenting dari rumah tangga dan karena itu menyumbang sebagian besar kekayaan rumah tangga. Oleh karena itu, dan juga karena sifatnya yang tidak bergerak dan oleh karena itu tidak dapat dengan mudah dijauhkan dari jangkauan kreditur, ia juga biasa digunakan sebagai jaminan pinjaman, sehingga sebagian besar aset sektor keuangan terkait dengan nilai perumahan. Harga merupakan kondisi yang mempengaruhi kuantitas barang yang dibeli oleh konsumen. Konsumen sering membandingkan harga rumah di suatu lokasi dengan lokasi lain, sehingga besarnya harga perlu dipertimbangkan dengan harga perumahan di tempat lain. Meski harga rumah murah memberikan perhatian terhadap konsumen namun kesan negatif pada harga rumah yang murah merupakan hal yang dipertimbangkan oleh konsumen. Kotler, (2009:120) menyatakan bahwa harga suatu nilai yang melekat pada suatu barang dan nilai tersebut dinyatakan dengan alat tukar.
Harga rumah mengalami kenaikan setiap tahunnya, sehingga diperlukan suatu sistem untuk memprediksi harga rumah di masa yang akan datang. Prediksi harga rumah dapat membantu pengembang menentukan harga jual rumah dan dapat membantu pelanggan untuk mengatur waktu yang tepat untuk membeli rumah. Kota Surabaya dan Denpasar merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dengan laju pertambahan penduduk yang cukup tinggi di Indonesia. Pertambahan penduduk yang terjadi baik secara alami maupun melalui proses urbanisasi menyebabkan pertumbuhan pada permintaan rumah tinggal. Hal ini mendorong pertumbuhan pembangunan perumahan perumahan di kedua kota tersebut baik rumah sederhana, rumah tipe menengah hingga perumahan mewah.
Banyak perusahaan atau investor membangun berbagai macam type rumah. Pasti dengan melihat kondisi pasar atau keinginan para konsumen keinginannya seperti apa, maka perusahaan membangun perumahan yang tentunya sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen dengan lokasi yang dapat dicapai oleh konsumen. Selain itu, konsep hunian hijau juga dikembangkan. Rumah dengan taman dan ekosistem hijau juga masuk dalam kriteria yang diinginkan konsumen (Wu, 2017). Berdasarkan hal tersebut semakin ketat persaingan dalam menentukan harga jual rumah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan model terbaik dan memberikan informasi mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi harga jual rumah di dua kota besar di Indonesia yaitu Surabaya dan Denpasar. Penelitian ini menggunakan data survei berbasis web pada salah satu situs penjualan rumah terbesar di Indonesia. Data yang diperoleh sebanyak 110 rumah dan diolah menggunakan software Minitab. Analisis data menggunakan regresi.
Berdasarkan hasil pengolahan data untuk wilayah Surabaya maka diperoleh variabel yang berpengaruh terhadap harga rumah dan koefisiennya. Hasilnya tampak pada tabel sebagai berikut: Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat menjawab rumusan masalah yang sebelumnya yaitu: variabel yang sangat mempengaruhi harga jual rumah di Surabaya adalah variabel jarak rumah ke kantor walikota Surabaya. Semakin dekat jarak rumah ke kantor walikota maka harga rumah akan semakin mahal. Selain itu, jumlah daya listrik (Kwh) dan Luas tanah juga sangat mempengaruhi harga jual rumah. Semakin besar daya listrik dan semakin luas tanah, maka harga jual rumah semakin mahal. Hasil yang menarik dari pengolahan data tersebut adalah mengenai jumlah kamar mandi yang juga sangat mempengaruhi harga jual rumah di Kota Surabaya. Namun, semakin sedikit kamar mandi justru akan mempengaruhi harga jual rumah. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh penduduk Kota Surabaya yang lebih berkonsentrasi pada aktivitasnya di luar rumah dibandingkan di dalam rumah sehingga jumlah kamar mandi tidak terlalu diperhatikan. Selain itu kemungkinan penduduk kota Surabaya hanya lebih fokus pada aspek lain seperti penghijauan dalam rumah dan luas tanah. Pada kota besar, harga tanah setiap tahunnya menjadi sangat mahal, sehingga setiap meter lahan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak. Jumlah kamar mandi bukan menjadi prioritas utama masyarakat kota besar, sehingga tanah lebih memiliki ruang lainnya, misalnya kamar tidur atau tamu. Dengan demikian semakin banyak jumlah kamar mandi justru akan menurunkan harga jual rumah (Permatasari, 2019). Investasi tanah akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan investasi jumlah kamar mandi.
Kualitas material dan fasilitas umum juga sangat mempengaruhi harga jual rumah. Pengungkapan kualitas material dari suatu rumah akan memberikan informasi yang lengkap bagi konsumen dan sangat mempengaruhi harga jual rumah. Semakin lengkap informasi kualitas rumah maka harga jual rumah akan semakin mahal. Sedangkan untuk jarak rumah dengan fasilitas umum seperti sekolah, bank, layanan kesehatan, sekolah dan kantor dinas juga mempengaruhi harga jual rumah. Berdasarkan hasil pengolahan data, menunjukkan semakin dekat jarak rumah dengan fasilitas publik maka harga jual rumah akan semakin mahal. Berdasarkan hasil pengolahan data untuk wilayah Denpasar maka diperoleh variabel hasil yang berpengaruh terhadap harga rumah dan koefisiennya. Hasilnya tampak pada tabel sebagai berikut: Berdasarkan tabel tersebut, maka dapat menjawab rumusan masalah yang sebelumnya yaitu: variabel yang sangat mempengaruhi harga jual rumah di Kota Denpasar adalah jumlah Kwh daya listrik, luas tanah , luas bangunan, jumlah kamar, keamanan, kepemilikan rumah dan ketersediaan garasi. Masing-masing interpretasi hasil akan dijelaskan sebagai berikut.
Temuan menarik dari hasil pengolahan data adalah semakin sedikit jumlah kamar tidur maka harga jual rumah akan semakin mahal. Hal tersebut disebabkan masyarakat atau penduduk di Bali memiliki lebih dari satu rumah. Secara adat, penduduk bali memiliki rumah asal (rumah adat) dan rumah untuk keseharian. Rumah asal yang berada di luar Denpasar lebih banyak memiliki kamar tidur dibandingkan rumah untuk aktivitas (berlokasi di Denpasar). Rumah di Denpasar hanya sebagai tempat transit atau tinggal bagi salah satu anggota keluarga mereka yang bekerja atau sekolah di Denpasar. Setelah beraktifitas di hari kerja, tentu saja mereka akan kembali ke rumah asalnya. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa harga jual rumah di dua kota besar di Indonesia, Surabaya dan Denpasar, keduanya sama-sama dipengaruhi oleh jumlah daya listrik dan luas tanah. Sedangkan faktor yang mempengaruhi harga jual rumah di Denpasar lebih banyak dibandingkan dengan Surabaya. Jumlah daya listrik dan luas tanah untuk kota Surabaya sangat dipengaruhi oleh jarak rumah ke kantor walikota, jumlah kamar mandi, informasi kualitas rumah dan jarak rumah fasilitas umum. Sedangkan kota Denpasar, selain daya listrik dan luas tanah juga dipengaruhi oleh luas bangunan, jumlah kamar tidur, keamanan, surat kepemilikan dan garasi.
Penulis: Anak Agung Gde Satia Utama
Link Jurnal: https://internationaljournals.co.in/index.php/giirj/article/view/2238





