Kanker merupakan penyebab kematian utama pada anak dan remaja di seluruh dunia. Indonesia memiliki angka kejadian kanker anak tertinggi di kawasan Asia Tenggara, dengan 8.677 anak menderita kanker dan angka kematian mencapai 3.292 kasus. Meningkatnya prevalensi kanker di Indonesia dapat dikaitkan dengan pergeseran pola konsumsi makanan dari pengolahan tradisional ke modern, seperti makanan cepat saji. Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa makanan cepat saji menyumbang 28% dari total kalori yang dikonsumsi penduduk perkotaan, dengan remaja sebagai konsumen terbesar. Penelitian di Lampung menunjukkan lebih dari 50% remaja mengonsumsi makanan cepat saji 3-5 kali seminggu. Orang tua memiliki peran penting dalam mencegah perilaku berisiko kesehatan pada remaja melalui promosi pola makan sehat. Health Promotion Model (HPM) oleh Nola J. Pender digunakan untuk mengubah perilaku tidak sehat dan meningkatkan kesehatan. Ketika orang tua memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan pola makan sehat, maka kebiasaan baik ini akan bertahan lebih lama dan konsisten. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model promosi kesehatan bagi orang tua remaja terkait pola makan sehat untuk mencegah kanker.
Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan metode survei eksplanatori yang melibatkan 148 orang tua siswa SMP di Jawa Timur melalui formulir online selama Juni-September 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Forms dan dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan tingkat kemaknaan T=1,96. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik orang tua mempengaruhi kognisi dan afek serta dukungan lingkungan. Dukungan lingkungan dan kognisi-afek mempengaruhi pemberdayaan orang tua. Ketika orang tua merasa diberdayakan dengan pengetahuan dan dukungan yang cukup, mereka akan memiliki komitmen yang lebih kuat untuk menerapkan pola makan sehat pada anak remajanya.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa orang tua dapat berhasil menerapkan pola makan sehat pada remaja melalui beberapa tahapan: dimulai dari meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar, merasa mampu dan percaya diri, hingga akhirnya memiliki komitmen yang kuat. Ketika orang tua merasa memiliki cukup bekal pengetahuan dan dukungan, mereka akan terus konsisten menyediakan makanan sehat untuk anak remajanya, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Kebiasaan baik yang didasari komitmen kuat ini akan bertahan dalam jangka waktu yang panjang.
Penulis: Dr. Ilya Krisnana, S.Kep., Ns., M.Kep.
Artikel ini telah terbit pada Healthcare in Low-Resource Settings Volume 13 Nomor 2 Tahun 2025
Detail penelitian bisa dilihat di: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/development-of-a-health-promotion-model-for-parents-to-promote-he/





