Upaya pencegahan kematian akibat COVID-19 secara efektif, dengan prediksi resiko yang akurat sangatlah penting. Untuk mengatasi hal ini, kami menguji hubungan antara kematian pasien dan faktor klinis penting (NRL, CRP, D-dimer, IL-6). Penelitian dilakukan untuk mengarahkan pengukuran tingkat resiko kematian pada pengembangan Skor Rumah Sakit Premier Surabaya (PHS), yang menggunakan analisis parameter-parameter ini untuk berkorelasi dengan kematian akibat COVID-19. Dalam studi observasional analitik cross-sectional ini, data dikumpulkan melalui pengambilan sampel berturut-turut dari rekam medis subjek yang memenuhi syarat. Pengukuran awal NLR, IL-6, CRP, dan D-dimer dicatat. Analisis bivariat menilai semua variabel, dan uji peringkat Spearman digunakan untuk setiap parameter laboratorium. Analisis regresi logistik digunakan untuk analisis multivariat, menciptakan model skor prediksi kematian. Nilai batas prediksi dini angka kematian akibat COVID-19 ditentukan melalui analisis kurva Receiver Operating Characteristic (ROC). Parameter laboratorium yang digunakan untuk menghitung model PHS Score adalah sebagai berikut: PHS Score = skor NLR + skor CRP + skor D-dimer + skor IL-6. Analisis ROC menunjukkan bahwa skor PHS memiliki AUC sebesar 71,6%. Titik potong optimal ditentukan sebesar 4,5, dengan sensitivitas 74,6% dan spesifisitas 65,9%. Skor PHS ≥4 menunjukkan peningkatan kemungkinan kematian pada pasien yang didiagnosis dengan COVID-19. Skor PHS yang diperoleh dari parameter laboratorium dapat membantu dalam memprediksi risiko kematian selama awal masuk rumah sakit. Dengan memanfaatkan skor ini, tenaga kesehatan dapat meningkatkan penanganan pasien COVID-19.
Penulis: Agatha Efrad Saputri, Jusak Nugraha, Valentinus Besin, Paulus Budiono Notopuro
Baca juga: 6-Octadecenoic dan Oleic Acid dalam Liquid Smoke Sekam Padi sebagai Inhibitor COVID-19





