Entrepreneurship memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi. Namun, sebagian besar lulusan pendidikan tinggi kurang menyukai pilihan karir sebagau entrepreneur. Hanya 30% mahasiswa yang benar benar menjalankan bisnis, dan sisanya masih perlu mempelajari rencana bisnisnya (Putra, 2021). Fenomena ini mengkhawatirkan, mengingat pilihan untuk bekerja sebagai karyawan sangatlah terbatas.
Cerita atau narasi mengenai sukses para entrepeneur penting dalam mengubah opini dan sikap individu. Hal ini karena cerita kesuksesan dalam bisnis dapat membentuk entrepreneurial behaviour dengan memberikan inspirasi, motivasi, dan contoh kehidupan nyata. Narasi kesuksesan bisnis ini akan membantu calon wirausaha memahami tantangan dan risiko yang terkait dengan kewirausahaan serta membangun jaringan dan hubungan yang relevan dalam bisnis (Yiga et al., 2023). Oleh karena itu, narasi mengenai kesuksesan bisnis entrepreneur merupakan alat atau metode yang ampuh untuk mengubah opini dan diyakini sebagai sarana persuasi yang tepat untuk motivasi menjadi seorang enetrepreneur
Pendekatan naratif meningkatkan keterlibatan kognisi dan emosi masyarakat pada kesuksesan bisnis, yang pada akhirnya berdampak pada niat berwirausaha. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa narasi itu penting dalam entrepreneurship (Lounsbury & Glynn, 2001). Namun, tidak semua narasi mempunyai dampak positif; narasi dengan pesan yang tidak akurat dapat memengaruhi kinerja individu dan kelompok dalam tugas-tugas selanjutnya, sehingga memengaruhi pengambilan keputusan dan kinerja bisnis secara keseluruhan (Rapp, 2016; Rees, 2020). Keberhasilan sebuah narasi dalam persuasi bergantung pada tingkat keterlibatan pengalaman audiens dengan narasi itu sendiri.Demikian halnya narasi kesuksesan bisnis yang tidak akurat akan berdampak negatif pada motivasi untuk menjadi entrepreneur.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang sangat terlibat dengan cerita/narasi mengenai entrepreneurial ( narasi mengenai kesuksesan seorang entrepreneur akan menganggap bahwa cerita tersebut relevan dengan kehidupan pribadi dan karakternya. Ketika seseorang sudah memahami kisah-kisah entrepreneurial yang ditayangkan, maka mereka akan merasa dibawa ke dalam dunia cerita tersebut. Cerita entrepreneurship yang memfasilitasi engagement experience tinggi membuat peserta merasa lebih bahagia dibandingkan cerita yang membosankan. Orang-orang yang sangat terlibat dengan cerita-cerita entrepreneurship akan menganggap bahwa cerita tersebut relevan dengan kehidupan pribadi dan karakter mereka. Johnson et al. (2013) menyatakan bahwa relevansi pribadi dikonseptualisasikan sebagai hasil persuasi naratif.
Menurut LaMarre & Grill (2019), apabila sebuah cerita menghadirkan argumen atau ide tertentu yang dapat menimbulkan enjoyment, orang tersebut cenderung lebih mudah terpengaruh dan mengambil sikap dari pesan cerita tersebut. Cerita entrepreneurial seringkali menyampaikan nilai atau pesan moral tertentu, sehingga orang yang memahami nilai-nilai tersebut cenderung mengambil attitude yang konsisten dengannya sehari-hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui enjoyment, keterlibatan naratif dapat meningkatkan attitude yang konsisten terhadap cerita. Naratif entrepreneurships akan menghasilkan niat menjadi entrepreneur, yang mana hal ini merupakan konsekuensi dari attitude. Bila cerita tersebut menggambarkan karakter entrepreneur yang sukses, maka orang akan merasa terinspirasi dengan cerita tersebut. Keterlibatan naratif dapat terjadi ketika peserta fokus pada aktivitas pemahaman dengan cerita, hal tersebut dapat membantu memperoleh pemahaman yang baik dengan melibatkan proses kognitif dan emosional. Terlibat dalam narasi dapat menghasilkan pengalaman yang menyenangkan dan memengaruhi perasaan bahwa pesan entrepreneurial yang disampaikan relevan secara pribadi, memengaruhi attitude yang konsisten dengan cerita, dan meningkatkan hasrat berwirausaha.
Penulis: Nindria Untarini, Sri Hartini, Hera Rachmahani, Intan Nia Maulida





