Universitas Airlangga Official Website

Negative Workplace Gossip di Indonesia

Budaya kerja di Indonesia dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya kolektif, hierarki serta harmoni sosial yang kuat. Indonesia dikenal sebagai negara yang di mana kelompok lebih diutamakan daripada individu. Tentu nilai ini mendorong kerjasama tim serta solidaritas diantara karyawan, tetapi dapat memunculkan bahkan memperkuat kebiasaan seperti gosip di tempat kerja. Budaya kerja di Indonesia juga memiliki tingkat power distance yang tinggi, yaitu di mana karyawan cenderung menghormati atau lebih menghargai otoritas.

Tentu hal ini dapat menciptakan kesenjangan komunikasi antara atasan dan bawahan, yang terkadang dapat terjadinya negative gossip. Lalu, nilai-nilai seperti menjaga hubungan baik antar rekan kerja serta menghindari terjadinya konflik sangat dijunjung tinggi di Indonesia, namun dalam kehidupan secara langsung, ini dapat menyebabkan masalah yang secara tidak langsung diselesaikan melalui gosip atau perbincangan informal. Tentu tempat kerja sering kali menjadi tempat interaksi sosial yang intens. Kedekatan seperti ini dapat membangun sisi positif di dalam tim, namun juga berpotensi memunculkan negative gossip ketika ada konflik.

Negative workplace gossip merujuk pada penyebaran informasi negatif tentang orang lain di tempat kerja. Dalam budaya dengan hierarki yang tinggi, karyawan yang merasa tidak bisa menyuarakan pendapatnya langsung ke atasan seringkali menggunakan gosip sebagai pelampiasan. Begitu juga dengan budaya yang menghindari adanya konflik, gosip dapat menjadi saluran informal untuk mengekspresikan. Power distance yang tinggi juga dapat mendorong spekulasi di kalangan karyawan tentang kebijakan atau perilaku atasannya. Dengan beberapa dampak akibat negative gossip yaitu dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif, mengganggu fokus pada saat bekerja, dapat menurunkan semangat kerja, merusak kepercayaan antar karyawan, menghambat kerja sama tim, serta gosip yang terus-menerus dapat menciptakan lingkungan kerja yang penuh dengan ketegangan, terutama bagi seseorang yang menjadi subjek gosip.

Dalam konteks budaya Indonesia, negative workplace gossip sering muncul akibat adanya kombinasi antara budaya kolektif dan hierarki yang tinggi. Karena hubungan sosial yang erat sehingga informasi mudah menyebar, sementara komunikasi hierarkis yang formal sering kali membatasi karyawan untuk mengungkapkan pendapat secara langsung. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi gosip yang ada di tempat kerja, yaitu melalui pendekatan yang menghormati budaya lokal, seperti mempromosikan nilai keperacayaan dan keharmonisan dalam lingkungan kerja, lalu meningkatkan komunikasi yang terbuka melalui dialog langsung antara karyawan dan manajemen perusahaan untuk meminimalkan spekulasi, membangun budaya kerja yang positif dengan memberikan penghargaan atas perilaku yang mendukung keharmonisan dan kerja sama, serta menerapkan intervensi kepemimpinan melalui gaya inklusif atau transformasional untuk menciptakan rasa saling percaya dan mengurangi gosip negatif di tempat kerja.

Penulis : Erika Fajar Subhekti (Mahasiswa S2 Program studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia)