Universitas Airlangga Official Website

Obesitas, ICAM-1, VCAM-1 dan Adiponektin

Jaringan adiposa mensekresi sejumlah adipokin yang meregulasi sensitivitas insulin, metabolisme energi dan homeostasis vaskuler, sehingga terjadinya disfungsi jaringan adiposa menyebabkan terjadinya obesitas yang disertai dengan resistensi insulin, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler. Kondisi obesitas juga merubah ekspresi adipokin karena hipertrofi jaringan adiposa, termasuk adiponektin yang memiliki peran sebagai anti-inflamasi dan bersifat prorektif pada jaringan vaskuler. Adiponektin merupakan adipokin terbanyak yang ditemukan dalam sistem sirkulasi, dengan kadar antara μg/mL hingga 30 μg/mL. Adiponektin sangat dipengaruhi oleh berat badan dan obesitas sentrak, yang dapat menyebabkan timbulnya sindrom metabolik (MetS), yang ditandai dengan rendahnya kadar HDL-c dan hipertrigliseridemia.

Adiponektin juga ternyata berfungsi mencegah terjadinya disfungsi vaskuler akibat obesitas dan diabetes mellitus dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan profil metabolik. Hal ini sangat bermanfaat dalam menurun risiko terjadinya penyakit kardivaskular dan melindungi pembuluh darah melalui fungsi pleiotrofik pada sel-sel endothelium, sel progenitor endothelium, sel otot polos, dan makrofag. Pada kadar 5-25 mg/mL, adiponektin memiliki pengaruh penghambatan terhadap ekspresi molekul adhesi dan adhesi monosit yang diinduksi oleh TNF-α. Atherosklerosis merupakan penyakit inflamasi yang ditandai oleh tingginya kadar molekul adhesi (selectin, ICAM-1, VCAM-1) pada sel-sel arteri endothelium yang bertanggung jawab terhadap akumulasi monosit/makrofag dan sel limfosit T.

Obesitas merupakan kondisi terjadinya inflamasi sistemik derajat rendah yang berkontribusi terhadap terjadinya disfungsi endothelium dengan meningkatkan reactive oxygen species (ROS) karena hipertrofi adiposit. Hal ini meningkatkan stres pada retikulum endoplasma (RE) dan menyebabkan terjadinya disfungsi mitokondria. Adiponektin terakumulasi di dalam pembuluh darah, dan kadarnya menurun pada kondisi obesitas karena dihambat oleh TNF-α yang memicu kondisi defisiensi adiponektin, yang selanjutnya meningkatkan kadar cell adhesion protein 1 (VCAM-1) dan intercellular adhesion molecule 1 (ICAM-1) di dalam aorta intima.

Penelitian di Surabaya melibatkan 125 remaja obesitas mengevaluasi kadar adiponektin, ICAM-1, VCAM-1 dan kejadian MetS. Kriteria MetS didasarkan pada kriteria The International Diabetic Federation (IDF), yang terdiri dari obesitas sentral (didefinisikan sebagai lingkar pinggang > 88 cm untuk anak laki-laki, dan ≥ 85 cm untuk anak perempuan usia 10-16 tahun; dan > 94 cm, serta untuk anak laki-laki dan ≥ 80 cm untuk anak perempuan usia >16 tahun) disertai dengan setidaknya dua atau lebih: hipertensi (didefinisikan sebagai tekanan darah sistol ≥130/diastol ≥ 85 mmHg), hipertrigliseridemia (didefinisikan sebagai kadar trigliserida > 110 mg/dl untuk remaja usia 10-16 tahun, dan ≥ 150 mg/dl untuk remaja >16 tahun), kadar HDL-c yang rendah (didefinisikan sebagai kadar HDL-c < 40 mg/dl, dan < 50 mg/dl untuk anak perempuan usia 10-16 tahun, dan <40 mg/dl untuk anak laki-laki, dan < 50 mg/dl untuk anak perempuan berusia >16 tahun), dan hiperglikemia (didefinisikan sebagai kadar glukosa darah puasa (FBG) > 110 mg/dl untuk remaja usia 10-16 tahun, dan ≥ 100 mg/dl untuk remaja berusia >16 tahun).

125 remaja obesitas direkrut. 42 (33,6%) mengalami obesitas dengan MetS (dikelompokkan sebagai MetS) dan 83 (66,4%) subjek tanpa MetS (kelompok non-MetS). VCAM-1 secara signifikan lebih tinggi pada anak laki-laki dengan MetS dibandingkan dengan anak perempuan dengan MetS, dan bahkan anak perempuan dengan MetS memiliki tingkat VCAM-1 yang lebih rendah dibandingkan dengan anak laki-laki dengan non-MetS. ICAM-1 secara signifikan lebih tinggi pada anak laki-laki dengan tingkat HDL-c rendah (p<0,05), dan berkorelasi lemah dengan HDL-c. Sedangkan kadar adiponektin secara signifikan lebih rendah pada anak perempuan dengan obesitas sentral dan hipertrigliseridemia. Analisis jalur menunjukkan bahwa trigliserida mempunyai efek langsung pada ICAM-1 tetapi tidak pada VCAM-1 pada anak laki-laki dan perempuan yang mengalami obesitas. Adiponektin mempunyai efek langsung negatif pada ICAM-1 dan VCAM-1 pada anak perempuan. Namun pada anak laki-laki, tekanan darah diastol mempunyai efek langsung negatif, yang mungkin disebabkan oleh peran hormon seks secara tidak langsung.

Penulis: Nur Aisiyah Widjaja

Jurnal: Beyond the Scale: Investigating Adiponectin, ICAM-1, and VCAM-1 as Metabolic Markers in Obese Adolescents with Metabolic Syndrome