Universitas Airlangga Official Website

Olah Limbah Agroindustri jadi Pakan Ternak, Mahasiswa UNAIR Sabet Dua Gelar di BASIC XIII

Tim Ksatria Airlangga saat memenangkan Brawijaya Animal Science Ideas Competition (BASIC) XIII 2026 yang berlangsung pada Minggu (23/8/2026) (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS – Berawal dari keresahan atas tingginya biaya pakan komersial dan ketergantungan impor, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menciptakan formulasi pakan ternak dari tujuh jenis limbah agroindustri. Inovasi berkonsep ekonomi sirkular tersebut sukses menyabet dua gelar sekaligus. Mereka meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan Juara 2 Esai Brawijaya Animal Science Ideas Competition (BASIC) XIII yang berlangsung pada Minggu (23/8/2026).

Tim ini diketuai oleh Pandu Dwi Prasetyo (Fakultas Vokasi 2024) dan beranggotakan Arifatun Nazilah (Fakultas Vokasi 2024), dan Isfironi Rizna Aulia (Fakultas Kesehatan Masyarakat 2024). Mereka berkolaborasi mengolah berbagai limbah agroindustri menjadi produk pakan bernutrisi tinggi bagi ternak ruminansia dan unggas.

Perwakilan tim, Arifatun Nazilah atau Zilah sapaannya, menjelaskan bahwa ide ini berakar dari melimpahnya limbah agroindustri yang belum termanfaatkan secara optimal di masyarakat. Seperti kulit kedelai, bungkil kelapa sawit, limbah pabrik wafer, hingga isi rumen sapi. Di sisi lain, para peternak lokal harus berhadapan dengan harga pakan komersial yang kian melonjak.

“Latar belakangnya karena kita menemukan banyak limbah yang tidak dimanfaatkan. Makanya kita olah jadi pakan bernutrisi tinggi untuk mengurangi ketergantungan impor dan menekan biaya pakan komersial yang mahal,” ungkap Zilah.

Tak sekadar teori, inovasi pakan pelet untuk domba tersebut telah melalui pengujian langsung di lapangan. “Kami melakukan uji lapangan langsung ke ternak domba di Lamongan selama 42 hari untuk memastikan efektivitas pakan ini,” tambahnya.

Dalam ajang yang terselenggara oleh Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya tersebut, Zilah dan tim membawa dua gagasan utama. Pada kategori LKTI, mereka berfokus pada formulasi pelet bernutrisi dari limbah agroindustri untuk penggemukan domba Cross Texel. Sementara pada kategori esai, inovasi yang mereka kembangkan berfokus pada pemanfaatan fermentasi bungkil kelapa sawit sebagai pakan fungsional pengganti antibiotik dan kedelai impor pada ayam broiler.

Melalui kedua gagasan tersebut, mereka ingin menekankan pentingnya pendekatan circular economy (ekonomi sirkular) dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus peternakan.

“Sebenarnya kami mau menyampaikan bahwa limbah yang kelihatan tidak berguna ternyata punya banyak manfaat di bidang peternakan. Ini bisa jadi rantai ekonomi sirkular dari limbah, peningkatan produktivitas ternak, hingga kotorannya yang bisa diolah jadi pupuk untuk menumbuhkan tanaman kembali,” pungkas Zilah.

Penulis: Fauziah Laili Romadhon 

Editor: Yulia Rochmawati