Diabetes mellitus (DM) tidak hanya dikenal sebagai penyakit yang menyerang metabolisme gula darah, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap berbagai organ tubuh, termasuk sistem reproduksi pria. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesuburan, mulai dari penurunan kualitas sperma hingga kerusakan struktur testis. Kondisi ini menjadi perhatian penting, mengingat angka diabetes terus meningkat secara global. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga memberikan gambaran menarik mengenai potensi perlindungan testis akibat hiperglikemia pada tikus melalui penggunaan telmisartan dan olahraga aerobik dengan intensitas sedang. Pada kondisi diabetes, kadar gula darah yang tinggi secara kronis memicu stres oksidatif dan peradangan, sehingga merusak jaringan testis. Kerusakan ini berdampak pada sel-sel penting dalam proses pembentukan sperma, seperti sel Sertoli (pendukung pematangan sperma) dan sel Leydig (penghasil hormon testosteron). Akibatnya, proses spermatogenesis terganggu dan risiko infertilitas meningkat.
Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infertilitas pada pria dengan diabetes dapat mencapai 35–51%, angka yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan terapi protektif terhadap testis menjadi sangat penting. Telmisartan dikenal luas sebagai obat anti hipertensi golongan angiotensin II receptor blocker (ARB). Namun, obat ini memiliki keunikan karena juga bersifat agonis parsial PPAR-γ, suatu reseptor yang berperan dalam pengaturan metabolisme, peradangan, dan fungsi reproduksi. Dalam penelitian ini, telmisartan terbukti dapat menurunkan stres oksidatif dan peradangan pada jaringan testis, melindungi sel Sertoli dan sel Leydig dari kerusakan, mempertahankan struktur tubulus seminiferus, tempat pembentukan sperma. Peneliti memilih intensitas sedang karena olahraga dengan intensitas tinggi justru dapat meningkatkan stres oksidatif dan mengganggu keseimbangan hormonal.
Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa olahraga aerobik intensitas sedang dapat membantu mempertahankan diameter tubulus seminiferus, meningkatkan aliran darah dan oksigenasi jaringan testis, memberikan efek protektif parsial terhadap struktur testis. Namun, efek protektif ini masih dapat ditingkatkan dengan kombinasi pemberian telmisartan. Telmisartan, yang selama ini dikenal sebagai obat tekanan darah, menunjukkan potensi baru sebagai pelindung kesehatan reproduksi pria. Menjaga kesuburan pria dengan diabetes memerlukan pendekatan menyeluruh. Kombinasi gaya hidup sehat dan terapi yang tepat dapat menjadi kunci dalam mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan penelitian lanjutan, temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada strategi pencegahan infertilitas pada pria dengan diabetes di masa depan.
Penulis: Mohammad Ayodhia Soebadi, dr., Sp.U.
Link artikel: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/guarding-masculinity-telmisartan-and-aerobic-exercise-preserve-te/





