Universitas Airlangga Official Website

Olahraga Intensitas Tinggi Interval (HIIT) Meningkatkan Kebugaran Fisik dan Status Sosial

ilustrasi aktifitas fisik (foto: dok istimewa)

Saat ini, gaya hidup sedentary telah menjadi perhatian yang signifikan di banyak negara. Gaya hidup ini ditandai dengan aktivitas fisik minimal, yang menyebabkan imobilitas dalam waktu lama, sering kali dihabiskan di depan layar atau menggunakan perangkat elektronik. Faktanya, perilaku tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan Kesehatan. Di antaranya, obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan penurunan kebugaran jasmani. Untuk mengatasi tren ini, mengeksplorasi strategi efektif untuk meningkatkan kebugaran fisik dan kesejahteraan secara keseluruhan di kalangan orang dewasa dengan gaya hidup sedentary sangatlah penting.

Salah satu intervensi penting yang mendapat banyak perhatian di kalangan akademisi adalah Pelatihan Interval Intensitas Tinggi atau HIIT atau olahraga intensitas tingi interval, yang diketahui dapat memberikan kontribusi dalam menjaga dan mmeningkatkan kebugaran fisik dan kesehatan di berbagai populasi, termasuk mereka yang memiliki gaya hidup sedentary. HIIT yang telah mendapatkan popularitas besar secara global, menduduki peringkat ketiga tren olahraga paling umum di seluruh dunia. HIIT diminati karena adanya pergantian antara sesi latihan yang intens dan interval pemulihan yang singkat, yang melibatkan aktivitas berat dalam waktu singkat yang diikuti dengan waktu istirahat singkat, sehingga diharapkan individu mencapai tingkat kebugaran yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih singkat dibandingkan latihan tradisional yang terus menerus dengan intensitas rendah atau sedang.

Pada penelitian terbaru juga melaporkan efek positif  HIIT dalam meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. HIIT terbukti meningkatkan VO2max, yang merupakan salah satu parameter utama dalam kebugaran fisik. Selain itu, latihan ini dapat meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan massa otot. Penelitian lain juga di kemukakan dengan metode HIIT terjadi penurunan yang bermakna pada persentase lemak tubuh dan lingkar pinggang. Menariknya, pengurangan pada variable tersebut ini membuat para peserta menjadi lebih percaya diri dan meningkatkan status sosial mereka. Selain manfaat kesehatan fisik, berpartisipasi dalam sesi kelompok HIIT dapat menumbuhkan ikatan sosial dan meningkatkan dukungan sosial antar individu. HIIT diyakini dapat meningkatkan kebugaran fisik dan estetika atau postur tubuh yang pada gilirannya berdampak positif pada persepsi diri, harga diri, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Literatur Review telah  dilakukan membahas tentang High Intensity Interval Training (HIIT), kebugaran jasmani, dan status sosial. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan HIIT memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, VO2max, dan status sosial pada orang dewasa dengan gaya hidup sedentary. Hal ini karena latihan HIIT dapat meningkatkan keterlibatan sosial, dukungan sosial, kualitas hidup, dan integrasi sosial seseorang, yang dapat membantu mengatasi isolasi sosial, meningkatkan rasa percaya diri, dan meningkatkan hubungan sosial individu dengan lingkungan sekitar.

Penelitian ini menyiratkan pentingnya memperkenalkan dan mendorong partisipasi dalam program latihan HIIT untuk orang dewasa dengan gaya hidup sedentary. Dalam meningkatkan kebugaran fisik dan status sosial, program HIIT yang terstruktur dengan baik dan berkelompok dapat memotivasi, dan memfasilitasi interaksi sosial yang positif. Implikasi ini menekankan pentingnya mengatasi isolasi mandiri dan kurangnya dukungan sosial yang sering terjadi dalam populasi ini.

Penulis: Gosy Endra Vigriawan, S. Or., M.Kes; Dr. Lilik Herawati, dr., M.Kes

Informasi detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:

https://recyt.fecyt.es/index.php/retos/article/view/103025

https://recyt.fecyt.es/index.php/retos/article/view/103025

https://doi.org/10.47197/retos.v55.103025

Vigriawan GE, Kusnanik NW, Wahjuni ES, et al. The Influence of High Intensity Interval Training on Improving Physiological Performance and Social Status in a Sedentary Lifestyle: Review of the Literature. Retos. 2024;55:483-489.