Universitas Airlangga Official Website

Olahraga Meningkatkan Memori dan Perlindungan Sel Saraf pada Lansia

Olahraga Meningkatkan Memori dan Perlindungan Sel Saraf pada Lansia
Sumber: Klikdokter

Penuaan adalah proses biologis alami, berkelanjutan, dan tidak dapat dihindari yang dialami seluruh makhluk hidup. Populasi lansia di dunia diperkirakan akan terus mengalami peningkatan terkait dengan dinamika populasi global. Menurut laporan “2024 State of World Population Report” dari UN Population Fund (UNFPA), proporsi global orang berusia 65 tahun ke atas hampir dua kali lipat dari 5,5% pada 1974 menjadi 10,3% pada 2024 dan angka ini diproyeksikan mencapai 20,7% pada 2074 dengan jumlah lansia berusia 80 tahun ke atas lebih dari tiga kali lipat. Penuaan ditandai dengan penurunan fungsi seluler dan struktural secara bertahap di berbagai organ, termasuk otak. Penuaan merupakan faktor risiko utama penyakit neurodegeneratif, sehingga pertambahan populasi lansia akan juga meningkatkan prevalensi penderita penyakit neurodegeratif. Hal ini memerlukan perhatian khusus untuk pencegahan maupun penangannya, karena penyakit neurodegeneratif ini secara progresif memengaruhi kemampuan fisik, kognitif, dan emosional yang berdampak signifikan pada kualitas hidup lansia.

Olahraga dikenal sebagai salah satu aktivitas fisik yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama bagi lansia. Olahraga tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik tapi juga berperan pada salah satu aspek kesehatan yang penting yaitu fungsi kognitif, termasuk memori spasial. Memori spasial berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk memahami dan mengingat hubungan spasial antara objek dalam lingkungan. Dalam beberapa penelitian, telah ditemukan bahwa olahraga juga dapat berdampak positif pada fungsi otak. Salah satu mekanisme yang diduga berperan dalam hal ini adalah peningkatan kadar Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1).

IGF-1 adalah hormon protein yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Hormon ini memiliki struktur yang mirip dengan insulin dan memainkan peran penting dalam regenerasi jaringan dan proliferasi sel. Peran IGF-1 pada otak adalah terlibat dalam proses pembentukan sel otak baru dan berkaitan dengan kemampuan otak untuk beradaptasi serta membentuk koneksi sel saraf baru. Hal ini menunjukkan bahwa IGF-1 membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan dan mendukung pembentukan koneksi baru antara sel-sel saraf, yang sangat penting untuk proses pembelajaran dan memori. Pada lansia, kadar IGF-1 secara alami menurun seiring penuaan, sehingga berkontribusi pada penurunan kognitif, termasuk penurunan memori spasial dan dapat berdampak pada kualitas hidup.

Beberapa penelitian terkait olahraga dan fungsi kognitif otak khususnya memori telah dilakukan pada subjek penelitian hewan coba. Salah satu penelitian yang dilakukan adalah menggunakan hewan coba mencit yang diberi perlakuan berupa olahraga treadmill dan renang selama enam pekan dengan frekuensi olahraga lima kali per pekan. Hewan coba mencit dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok olahraga treadmill, dan kelompok olahraga renang. Sebelum perlakuan, masing-masing kelompok dilakukan uji penilaian memori spasial dengan menggunakan uji labirin-Y (Y-maze spontaneous alternation test). Uji labirin-Y ini didasarkan pada dorongan alami hewan pengerat untuk menjelajahi lingkungan baru dan menguji memori pengenalan spasial jangka pendek. Setelah enam pekan perlakuan, dilakukan uji labirin Y kembali dan pemeriksaan kadar IGF-1 darah dan IGF-1 pada hipokampus menggunakan metode Human Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji labirin-Y yang sebelum perlakuan olahraga tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok menjadi menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua kelompok dengan perlakuan olahraga. Selain itu, juga terdapat peningkatan signifikan kadar IGF-1 darah pada kelompok olahraga treadmill maupun renang jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak melakukan olahraga. Sementara kadar IGF-1 pada hipokampus hanya meningkat signifikan pada kelompok renang.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan bahwa olahraga dapat menyebabkan peningkatan kadar IGF-1 yang beredar dalam darah. Peningkatan kadar IGF-1 dalam darah ini memengaruhi peningkatan memori spasial. Kadar IGF-1 darah berkorelasi dengan kadar IGF-1 hipokampus, walaupun kadar IGF-1 hipokampus belum menunjukkan korelasi signifikan dengan fungsi memori spasial. Pada lansia, kadar IGF-1 cenderung menurun seiring bertambahnya usia, yang bisa berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif, termasuk memori spasial. Dengan melakukan olahraga, lansia dapat menstimulasi produksi IGF-1 dan kemudian dapat membantu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemampuan memori spasial. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi pentingnya olahraga untuk meningkatkan memori spasial pada lansia.

Olahraga memiliki peran penting dalam mempertahankan dan memperlambat penurunan fungsi kognitif terutama memori spasial pada lansia. Olahraga bukan hanya sekadar aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan otak dan kualitas hidup yang lebih baik bagi lansia.

Penulis: Hayuris Kinandita Setiawan, Arina Windri Rivarti, Lilik Herawati, Hanik Badriyah Hidayati, Zulhabri Othman,

Link: https://recyt.fecyt.es/index.php/retos/article/view/106749/79555

Baca juga: Pikiran-Tubuh untuk Mengurangi Depresi pada Lansia