Universitas Airlangga Official Website

Onikomikosis yang disebabkan oleh Aspergillus pada Pasien Kusta

ILUSTRASI penderita kusta. (Foto:
ILUSTRASI penderita kusta. (Foto: suarasurabaya.net)

Infeksi jamur pada kuku atau yang dikenal dengan istilah onikomikosis dapat disebabkan oleh berbagai jenis jamur meliputi ragi, dermatofita, dan kapang. Onikomikosis yang disebabkan oleh kapang terjadi pada sekitar 3-25% kasus onikomikosis dengan Aspergillus spp. sebagai penyebab pada 7,7-100% dari seluruh kasus onikomikosis yang disebabkan oleh kapang.
Aspergillus sendiri merupakan jamur saprofit yang mudah didapatkan pada tanah, tanaman mati, debu rumah dan rumah sakit, serta permukaan buah, sayuran dan biji-bijian. Aspergillus merupakan agen infeksi zoonotik pada hewan dan manusia. Pada manusia, Aspergillus dapat menyebabkan berbagai macam penyakit termasuk onikomikosis.
Aspergillus sendiri bila didapatkan pada pemeriksaan laboratorium pada kasus onikomikosis, lebih dianggap sebagai kontaminan. Namun Aspergillus juga dapat sebagai organisme penyebab onikomikosis, dan saat ini terjadi peningkatan kasus onikomikosis yang disebabkan Aspergillus secara global. Infeksi onikomikosis yang disebabkan kapang dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah trauma pada kuku yang sudah ada sebelumnya, sebagai pintu masuknya infeksi jamur. Faktor lain adalah adanya kondisi imunosupresi, kelembapan tinggi, dan usia tua.
Onikomikosis dapat diterapi dengan obat antijamur itrakonazol yang dapat diberikan setiap hari maupun sebagai dosis denyut, dengan masa pengobatan selama 2-4 bulan. Meskipun banyak perbedaan waktu dalam lamanya pengobatan onikomikosis, namun pada sebagian besar kasus onikomikosis, pemberian terapi dengan dosis denyut selama 3-4 bulan memberikan hasil yang baik.

Penulis : Andrea Hertanto,dr.
Informasi lengkap dari artikel ini dapat dilihat pada: https://dx.doi.org/10.17966/JMI.2024.29.1.19