Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemilihan pemasok dalam konteks layanan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik. Penelitian ini mengintegrasikan Purchasing Portfolio Matrix (PPM) dan Supplier Potential Matrix (SPM) untuk meningkatkan efisiensi dalam pemilihan pemasok dan berkontribusi pada kebijakan regulasi. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi strategis untuk perusahaan jasa O&M pembangkit listrik dan bertujuan untuk meningkatkan kinerja rantai pasokan. Fenomena dalam penelitian ini berkisar pada optimalisasi pemilihan pemasok dalam layanan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik. Penelitian ini membahas persyaratan penting untuk pemeliharaan rutin dan manajemen material yang efisien di pembangkit listrik. Penelitian ini juga menekankan dampak signifikan dari biaya material terhadap biaya operasional dan pentingnya pemilihan pemasok strategis di luar pertimbangan biaya dan risiko. Penelitian ini mengintegrasikan Purchasing Portfolio Matrix (PPM) dengan Supplier Potential Matrix (SPM) dan menerapkan teori Resource-Based View (RBV) dan Transaction Cost Economics (TCE) untuk meningkatkan pemahaman tentang pemilihan pemasok di industri yang spesifik ini. Penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dengan mengurangi saldo persediaan gudang, meminimalkan kecelakaan di tempat kerja, menurunkan jejak karbon, dan meningkatkan skor kepuasan pelanggan.
Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan yang disesuaikan untuk pemilihan pemasok khusus untuk layanan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik. Dengan mengintegrasikan Purchasing Portfolio Matrix (PPM) dan Supplier Potential Matrix (SPM), penelitian ini menjawab tantangan unik dan peraturan yang ketat di industri pembangkit listrik, termasuk kesehatan dan keselamatan kerja dan persyaratan lingkungan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan penelitian yang ada dengan mengembangkan strategi pemilihan pemasok yang komprehensif yang mempertimbangkan kriteria khusus yang relevan dengan layanan O&M pembangkit listrik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris kualitatif dan menggunakan Best Worst Method (BWM) sebagai teknik multi-criteria decision-making (MCDM). Metode BWM memiliki keunggulan karena membutuhkan data perbandingan berpasangan yang minimal, direpresentasikan dalam bentuk matriks, dan memberikan hasil yang konsisten dibandingkan dengan pendekatan MCDM lainnya. Penelitian ini melibatkan pendefinisian kriteria keputusan, melakukan analisis dengan menggunakan metode BWM, dan merumuskan konversi masalah melalui pemrograman. Temuan studi ini berpusat pada pengembangan dan penerapan pendekatan gabungan yang melibatkan Purchasing Portfolio Matrix (PPM) dan Supplier Potential Matrix (SPM) dalam konteks layanan operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik.
Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya literatur yang ada dengan mengeksplorasi opsi pemilihan pemasok alternatif melalui integrasi pendekatan PPM dan SPM, memperkuat hubungan antara teori Resource-Based View (RBV) dan Transaction Cost Economics (TCE). Penelitian ini berkontribusi pada praktik dengan memberikan rekomendasi strategis bagi perusahaan jasa O&M pembangkit listrik dalam memilih pemasok yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka, serta untuk kontribusi pada kebijakan regulasi. Penelitian ini juga menyoroti kontribusi praktis dari penelitian ini, yang memberikan pemahaman holistik tentang proses pemilihan pemasok dalam konteks layanan operasi dan pemeliharaan yang lebih efektif dan efisien yang memanfaatkan sumber daya internal yang unik yang tersedia di dalam perusahaan. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja, serta perlindungan lingkungan bisnis dalam industri jasa O&M pembangkit listrik.
Penulis: Prof. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Damayanti, N. N. S. R., & Agustia, D. (2024). Organizational commitment, religiosity, and auditors’ responsibility for fraud detection. International Journal of Management and Sustainability, 13(1), 14-25. https://ideas.repec.org/a/pkp/ijomas/v13y2024i1p14-25id3589.html Â
Baca Juga: Pengaruh Probiotik dan Acidifiers pada Telur Burung Puyuh





