UNAIR NEWS – Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dusun Jatenan, Desa Tenggerejo masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya dalam hal penguatan identitas usaha dan pemanfaatan branding sebagai sarana pendukung pemasaran. Banyak pelaku usaha yang menjalankan kegiatan produksi dan penjualan secara mandiri tanpa didukung identitas visual yang jelas, sehingga daya saing produk masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan program kerja sosialisasi dan pembuatan logo yang dilakukan oleh 9 mahasiswa dari berbagai asal fakultas ini ditujukan kepada 3 UMKM yang berada di Dusun Jatenan, Desa Tenggerejo, yang masih memiliki keterbatasan dalam pemahaman branding serta belum memiliki logo usaha sebagai identitas visual.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya citra usaha dalam mendukung pemasaran produk. Program kerja ini melibatkan 3 pemilik UMKM sebagai peserta utama dan didukung oleh 9 mahasiswa sebagai tim pelaksana kegiatan yang berperan dalam sosialisasi, pendampingan, serta proses perancangan logo.
Dalam kehidupan ekonomi masyarakat Dusun Jatenan, Desa Tenggerejo, UMKM memiliki peran penting sebagai sumber penghasilan dan penopang kesejahteraan keluarga. Namun, dalam pelaksanaannya, pelaku UMKM masih menjalankan usahanya secara sederhana dengan mengandalkan pengalaman pribadi tanpa didukung strategi pengembangan usaha yang memadai. Kondisi ini berdampak pada rendahnya pemahaman mengenai pentingnya branding dan identitas visual sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk.
Sebagian besar UMKM belum memiliki logo usaha yang representatif, sehingga produk yang dihasilkan sulit dikenali dan kurang memiliki ciri khas. Selain itu, keterbatasan pengetahuan dalam pemanfaatan media promosi, baik secara konvensional maupun digital, menyebabkan jangkauan pemasaran masih terbatas, ditambah dengan minimnya pendampingan dan akses informasi yang menghambat optimalisasi potensi UMKM secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk upaya untuk menjawab kondisi tersebut, mahasiswa melaksanakan serangkaian kegiatan yang berfokus pada sosialisasi dan pendampingan UMKM di Dusun Jatenan, Desa Tenggerejo. Kegiatan diawali dengan observasi dan wawancara singkat kepada pelaku UMKM untuk mengetahui kebutuhan serta karakteristik usaha yang dijalankan. Selanjutnya, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya branding, identitas visual, dan peran logo dalam meningkatkan citra serta daya tarik produk. Mahasiswa juga melakukan pendampingan secara langsung dalam proses perancangan logo, mulai dari penggalian konsep, pemilihan warna dan bentuk, hingga finalisasi desain yang sesuai dengan karakter masing-masing UMKM. Selain itu, diberikan pula arahan singkat terkait pemanfaatan logo pada kemasan dan media promosi, sehingga hasil kegiatan diharapkan dapat membantu UMKM memiliki identitas usaha yang lebih profesional dan mendukung pengembangan usaha ke depannya.
Kegiatan sosialisasi dan pembuatan logo UMKM di Dusun Jatenan, Desa Tenggerejo selaras dengan indikator Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam bidang branding dan pemasaran, kegiatan ini mendorong peningkatan produktivitas usaha, perluasan akses pasar, dan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas usaha mikro, serta penguatan inovasi lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip SDGs.
Dampak dari pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pembuatan logo UMKM di Dusun Jatenan, Desa Tenggerejo dapat dirasakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pelaku UMKM memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya identitas visual dan branding dalam mendukung pemasaran produk, serta memiliki logo usaha yang dapat digunakan sebagai identitas resmi. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memasarkan produknya dan memberikan citra usaha yang lebih profesional di mata konsumen. Dalam jangka panjang, keberadaan logo diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, serta mendorong peningkatan pendapatan UMKM. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Penulis: BBK 7 Desa Tenggerejo





