Universitas Airlangga Official Website

Padat Tebar Optimal Budidaya Ikan Gabus Sistem Budikdamber

Foto by Medan Tribunnews

Ikan Gabus (Channa striata) merupakan komoditas perikanan dengan nilai ekonomi dan permintaan pasar yang tinggi. Hal ini karena ikan gabus mengandung albumin yang tinggi 62,9%. Namun, saat ini stok ikan gabus saat ini tidak lah mencukupi karena bergantung hanya pada tangkapan alam saja. Sehingga, diperlukan adanya pengembangan budidaya untuk meningkatkan produksi ikan gabus.

Budikdamber merupakan teknik budidaya dalam ember yang menerapkan konsep aquaponik dalam skala kecil. Efektivitas Budikdamber salah satunya dipengaruhi oleh padat tebar yang digunakan. Hal itu terjadi karena semakin tinggi padat tebar dapat meningkatkan kompetisi pakan, oksigen dan kandungan senyawa toksik hasil penumpukan bahan organik yang dapat menghambat pertumbuhan ikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan ikan gabus dalam budikdamber.

Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan memelihara ikan gabus berukuran 4-6 cm dalam bak bervolume 60 liter dengan 5 padat tebar berbeda. Sementara tanaman hidroponik yang digunakan adalah bayam (Ipomea reptans) dengan media arang. Ikan dipelihara selama 28 hari dengan diberi pakan yang sama untuk diamati tingkat pertumbuhan spesifik (SGR) dan tingkat kelulushidupan (SR).

Berdasarkan hasil yang didapat padat tebar 2 ekor/liter memiliki nilai SGR 0,9%/hari untuk berat tubuh dan 0,8%/hari untuk panjang tubuh. Nilai tersebut adalah yang terbaik jika dibanding dengan kepadatan yang lain.

Hal ini dimungkinkan karena ketika semakin tinggi padat tebar dapat mempersempit ruang gerak ikan yang dapat mengakibatkan stress pada ikan. Oleh karena itu, pertumbuhan ikan menjadi terhambat.

Selain SGR, SR dengan padat tebar 2 ekor/liter juga menunjukkan nilai terbaik 95,42% dan menurun seiring dengan peningkatan padat tebar. Hal itu terjadi karena selain mempersempit ruang gerak, tingginya padat tebar juga dapat mengakibatkan peningkatan limbah organik hasil pakan dan metabolisme ikan yang berpotensi mengakibatkan penurunan pada kualitas air.

Pasalnya, semakin tinggi penumpukan bahan organik dapat meningkatkan potensi terbentuknya senyawa toksik seperti amoniak yang berbahaya bagi ikan. Amoniak dapat merusak insang yang menggagunggu proses respirasi ikan. Selain itu, amoniak juga dapat menyebabkan kerusakan organ dalam dan kerusakan saraf ikan yang dapat menimbulkan kematian apabila kandungannya terlalu tinggi.

Berdasarkan hasil yang didapat, nilai amoniak meningkat seiring dengan peningkatan padat tebar. Oleh karena itu, SR pada ikan gabus semakin menurun pada padat tebar yang semakin tinggi.

Penulis: Prayogo, S.Pi., M.P

Artikel lengkap bisa dibaca pada :

Latifah, H., & Rahardja, B. S. (2022, July). The effect of different stocking densities on specific growth rate and survival rate of striped snakehead (Channa striata) culture in bucket system. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1036, No. 1, p. 012107). IOP Publishing.https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1036/1/012107/pdf