UNAIR NEWS – Kendatipun belum diresmikan, juga belum membentuk pengurus definitif, tetapi Paguyuban Karyawan Purna Bakti Universitas Airlangga (PKPB UNAIR) sudah membuktikan aksi sosialnya. Hari Jumat (28/4) pagi ini mereka mengirim bantuan untuk korban bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.
”Jangan dilihat dari jumlah bantuannya, tetapi ini niat tulus kami untuk ikut membantu meringankan beban saudara yang tertimpa musibah di Ponorogo,” kata Yitno Ramli, anggota PKPB UNAIR yang ikut mengantar bantuan berupa uang Rp 9 juta dan pakaian layak pakai sebanyak tiga dus besar itu. Bantuan diterima langsung oleh petugas piket di posko tersebut.
Bantuan yang dihimpun secara suka rela dari anggota paguyuban (PKPB) itu diserahkan langsung ke Posko Bencana yang resmi dibentuk oleh Pemkab Ponorogo di Desa Banaran, Kec. Pulung. Mereka yang turut mengantar bantuan itu antara lain Hadi Gunawan, Masugeng Sunaryo, Bambang Dwi Tunggal (mantan Kabag Pendidikan UNAIR), Aisyar Halim, dan Sumadi.
Menurut Yitno, lokasi bencana memang berada di dataran yang tinggi dan relatif curam. Akan tetapi jalan untuk menuju posko dan tempat penampungan sementara korban, juga di sekitar posko, relatif mudah dan keras. Artinya tidak ada lumpur yang tercecer di jalanan, sehingga mudah dilalui oleh mobil keluarga (roda empat).
Inisiator Paguyuban Karyawan Purna Bakti Universitas Airlangga, Dra. Kusmawati, yang juga koordinator pengumpulan bantuan kepada News mengatakan terima kasih kepada donatur yang mempercayakan bantuan kepada korban bencana di Ponorogo itu lewat paguyuban ini. Dengan dua buah mobil, mereka berangkat dari Surabaya Kamis (28/4) dini hari, sehingga sampai di TKP masih pagi.
”Semoga amal dan sodakoh para donatur ini dicatat oleh Allah SWT sebagai pemberat timbangan kebaikan kita di akherat nanti. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua atas dukungan dan kepercayaannya kepada paguyuban. Mohon maaf kalau ada salahnya, dan semoga baksos pertama ini akan diikuti baksos-baksos yang lain,” kata Kusmawati. (*)
Penulis: Bambang Bes





