Universitas Airlangga Official Website

Paguyuban KSE UNAIR Perkuat Aksi Lingkungan melalui Gerakan Pungut Sampah

Paguyuban KSE UNAIR menggelar aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS) di kawasan Benteng Kedung Cowek Surabaya pada Minggu (8/2/2026) (Foto: KSE UNAIR).
Paguyuban KSE UNAIR menggelar aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS) di kawasan Benteng Kedung Cowek Surabaya pada Minggu (8/2/2026) (Foto: KSE UNAIR).

UNAIR NEWS – Persoalan sampah hingga kini masih menjadi isu nyata di lingkungan masyarakat. Berangkat dari permasalahan tersebut, Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS). Program ini berlangsung di kawasan Benteng Kedung Cowek Surabaya pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Divisi Community Social Responsibility (CSR) sebagai wujud kepedulian sosial serta lingkungan penerima beasiswa KSE.

Kegiatan GPS kali ini terselenggara melalui kolaborasi antara KSE UNAIR dengan Komunitas No Waste Surabaya. Adapun peserta kegiatan adalah seluruh anggota Paguyuban KSE UNAIR, relawan dari Komunitas No Waste, dan masyarakat umum. Sejumlah pihak eksternal juga turut hadir, yakni dari pihak pengelola kawasan, perwakilan Direktorat Kemahasiswaan UNAIR, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.

Kolaborasi untuk Lingkungan

Dalam kesempatan itu, Ketua Pelaksana Program GPS, Sofia Maharani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak eksternal yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Gerakan Pungut Sampah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Lebih lanjut, perwakilan Komunitas No Waste Surabaya dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan GPS yang melibatkan banyak anak muda. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih lingkungan ini, khususnya di kawasan pantai, tidak hanya berfokus pada aksi memungut sampah, tetapi juga pada proses identifikasi jenis sampah yang paling mencemari lingkungan sekitar. “Setelah ini, kita juga harus bisa mulai mengurangi sampah-sampah sekali pakai,” pesan perwakilan komunitas tersebut. 

Peserta kegiatan GPS saat melakukan pemilahan sampah (Foto: KSE UNAIR).

Sementara itu, Wahyu Kartiko Adi selaku perwakilan Direktorat Kemahasiswaan UNAIR yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana pengembangan soft skills mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa sebagai penerima beasiswa, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk memanfaatkan dukungan dari para donatur dengan sebaik-baiknya melalui kontribusi nyata di masyarakat.

Peringati Hari Sampah

Dengan menaruh perhatian pada lingkungan sekitar, Ketua Divisi CSR, Davinta Amanda Sekartaji menyebut divisi ini memiliki fokus kegiatan untuk mengimplementasikan kepedulian yang berkaitan juga dengan peringatan hari sampah.

Dalam pelaksanaannya, peserta juga melakukan pemilahan sampah. Davinta menambahkan, “Sampah yang memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Sementara itu, sampah yang tidak dapat diolah diserahkan kepada pihak terkait,  perwakilan DLH.” 

Dapati Pengalaman dan Pemahaman Baru

Adapun salah satu peserta kegiatan, Ertha Rizqina Cahyaningputri mengaku pertama kali mengikuti aksi lingkungan seperti ini. Ia merasa kegiatan ini membuka kesadarannya terhadap persoalan sampah yang sering luput dari perhatian. Senada dengan itu, peserta Nadiah Fahmi menilai bahwa kegiatan ini memberi pemahaman baru mengenai isu lingkungan, terutama terkait sampah yang tersembunyi di area bebatuan dan pasir pantai.

Peserta lain, Ahmad Yuma Meivianto menyebut Gerakan Pungut Sampah juga menjadi pengalaman pertamanya dalam kegiatan sosial lingkungan. Menurutnya, sampah sangat mengganggu keindahan pantai dan berpotensi menurunkan minat masyarakat untuk berkunjung jika tidak ditangani dengan baik. Sementara, Faatih Sabiil An Najaah memberi masukan untuk keberlanjutan kegiatan agar juga melibatkan masyarakat dalam kolaborasi. 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto