Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki potensi besar dalam sektor peternakan unggas. Sektor peternakan unggas yang berkembang di Indonesia salah satunya adalah itik lokal. Itik lokal memiliki daya adaptasi yang baik, pertumbuhan yang cepat, daya tahan tubuh yang kuat, dan menghasilkan protein hewani dengan kualitas yang tinggi,. Potensi budi daya itik lokal di Indonesia sangat menjanjikan, karena angka peminat dan kebutuhan sumber pangan hewani yang tinggi. Jumlah peternak dan populasi itik yang cukup tinggi dapat meningkatkan kebutuhan produksi, ketahanan pangan, dan kualitas produk protein hewani yang ada di Indonesia. Kebutuhan produksi daging itik pada tiga tahun terakhir, yaitu 2020, 2021, dan 2022 mencapai angka rata-rata berkisar 42.923,17 ton.
Kemampuan produktivitas itik lokal sangat terpengaruh oleh faktor pemeliharaan, yaitu
manajemen pemberian pakan dengan komposisi nutrisi seimbang. Bahan pakan dengan nutrisi
yang seimbang dapat memberikan efek fisiologis secara optimal bagi ternak unggas. Pakan
merupakan bagian dari manajemen pemeliharaan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan
energi, sehingga hewan ternak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Pakan yang
umum peternak gunakan adalah pakan standar (Sitompul dkk., 2016). Pakan standar
merupakan campuran beberapa bahan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan energi
ternak, Kandungan nutrisi pada pakan standar masih kurang optimal dalam mendukung dan
meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, kesehatan, daya cerna, dan kinerja penyerapan
nutrisi pada hewan ternak, sehingga penggunaan pakan standar bagi ternak unggas masih perlu
mendapatkan aditif pakan untuk menyeimbangkan penggunaan pakan (Nurmila dkk., 2019,
Astati dkk., 2020).
Apakah Aditif Pakan Aman Untuk Hewan Ternak
Aditif pakan adalah bahan non nutrisi yang ditambahkan ke dalam pakan bertujuan
untuk meningkatkan pertumbuhan optiomal, kesehatan, konsumsi pakan, dan produktivitas daging maupun telur pada hewan ternak. Aditif pakan yang mulai banyak digunakan yaitu aditif
pakan alami, yaitu menggunakan Spirulina sp.. Aditif pakan alami mulai menggantikan aditif
pakan yang umum para peternak guankan, yaitu Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang
merupakan aditif pakan sintetis yang dapat meningkatkan kesehatan dan kinerja fisiologis
hewan ternak. Namun, penggunaan aditif pakan sintetis seiring berjalannya waktu telah
ada evaluasi berkaitan dengan resistensi antibiotik dan residu senyawa kimia yang
membahayakan hewan ternak dan konsumen, sedangkan aditif pakan alami dipilih karena
memiliki senyawa bioaktif yang mampu meningkatkan produksi ternak dan tidak mempunyai
efek samping bagi hewan ternak dan konsumen yang mengonsumsi produk hewan ternak.
Senyawa
Aditif pakan dari spirulina saat ini mulai banyak digunakan sebagai aditif pakan pada
budi daya ternak unggas dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas pakan. Spirulina dipilih
karena memiliki kandungan nutrisi esensial dan senyawa bioaktif yang seimbang, sehingga
dapat memenuhi syarat sebagai pakan fungsional, serta mudah masyarakat peroleh dan memiliki biaya relatif terjangkau bagi para peternak (Selim et al., 2018). Nutrisi yang terkandung di dalam spirulina antara lain protein, asam lemak esensial, vitamin B12, dan mineral.
Senyawa bioaktif yang terkandung dalam spirulina antara lain tanin, flavonoid, alkaloid, saponin, fikosianin, dan klorofil (Fithriani dkk., 2015). Keberadaan senyawa bioaktif spirulina cocok sebagai aditif pakan alami. Kandungan senyawa bioaktif (fitogenik) pada spirulina memiliki efek farmakalogi yang baik untuk kesehatan dan berguna sebagai alternatif antibiotik pada pakan hewan ternak. Spirulina sebagai aditif pakan alami berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, imunomodulator, dan analgesik.
Pemberian aditif pakan spirulina dengan dosis yang tepat dapat memperbaiki kualitas nutrisi sehingga memperbaiki proses pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, proses metabolisme, dan menghasilkan performa produksi yang lebih baik bagi hewan ternak daripada pemberian aditif pakan dari jenis tanaman lain. El-Shall et al dalam penelitiannya yang menggunakan unggas yaitu ayam pedaging menunjukkan bahwa pemanfaatan aditif pakan dari tepung spirulina pada ternak dapat meningkatkan serta mengoptimalkan pertumbuhan, sistem kekebalan tubuh, dan produktivitas.
Penulis: Dwinanda Budiwardahi, Fakultas Kedokteran Hewan, UNAIR





