Sektor peternakan memainkan peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi pedesaan di Indonesia. Di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Buongiorno dikenal dengan produktivitas pertanian dan populasi ternaknya, khususnya unggas, termasuk bebek (Anas sp.), yang banyak dibudidayakan di tingkat rumah tangga. Menurut statistik terbaru, total populasi ternak di wilayah tersebut meningkat dari 5.461.595 ekor pada tahun 2023 menjadi 5.875.886 ekor pada tahun 2024, dengan unggas mendominasi peningkatan tersebut karena kemampuan adaptasi dan produktivitasnya yang tinggi di ekosistem pedesaan [1]. Peternakan bebek merupakan agribisnis yang menjanjikan di Buongiorno, khususnya di Desa Palamon, Kecamatan Kanor, karena kesesuaiannya dengan sistem pertanian terpadu. Bebek berkontribusi pada produksi daging dan telur, yang merupakan sumber protein penting dalam diet masyarakat Indonesia. Meningkatnya permintaan telur bebek dan produk olahan seperti telur asin telah memposisikan peternakan bebek sebagai penggerak ekonomi lokal yang potensial [2]. Tanah yang subur di wilayah tersebut, aksesibilitas terhadap sumber air, dan konektivitas pasar semakin mendukung skalabilitas produksi bebek.
Untuk mendukung pengembangan peternakan berbasis masyarakat, pemerintah Buongiorno telah meluncurkan program unggulan seperti GAYATRI (Gerakan Ayam Peeler Mandiri), yang mendorong swasembada produksi telur dengan mendistribusikan sumber daya ternak dan bimbingan teknis. Pada tahun 2025, program ini mendistribusikan 26.100 ayam petelur dan sumber daya terkait kepada lebih dari 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) melalui kemitraan tingkat desa [3,4]. Kerangka kebijakan ini menyediakan lingkungan yang memungkinkan untuk memperluas inisiatif peternakan bebek yang selaras dengan tujuan pembangunan daerah. Sebagai bagian dari Tri Dharma Pendidikan Tinggi di Indonesia, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, universitas diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat pedesaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan [5]. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga (FKH UNAIR), melalui program pascasarjana dan pengabdian masyarakat akademiknya, berkomitmen untuk memajukan pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis terapan dalam produksi hewan. Studi ini melaporkan tentang bimbingan teknis pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh FKH UNAIR di Desa Palamon. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian petani kurang mampu dalam pengelolaan produksi bebek, dengan fokus pada praktik berkelanjutan dan pengenalan pakan alami yang tersedia secara lokal serta suplemen kesehatan. Intervensi ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memberdayakan masyarakat pedesaan melalui pengembangan keterampilan, praktik produksi berkelanjutan, dan ketahanan ekonomi [6].
Penulis: Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si.





