Universitas Airlangga Official Website

Paradigma Strategis Teori Kepemimpinan Transformasional di Era Digital

Penelitian ini membahas teori kepemimpinan transformasional di era yang serba digital. Melalui kemampuan transformasional, pemimpin dapat memotivasi dan menginspirasi orang untuk berpikir secara berbeda tentang peran mereka dan bagaimana mencapai tujuan bersama (Dimitrov, 2018; Heizmann & Liu, 2018; Stagich, 2006). Kepemimpinan transformasional memungkinkan orang mengenali potensi dan kekuatan mereka untuk mengubah dunia secara positif. Hal ini menekankan pentingnya tindakan kolektif dan mendorong orang untuk berpikir lebih dari sekedar individu, sehingga dapat membantu menciptakan rasa persatuan dan kolaborasi global (Atmojo, 2015). Teori kepemimpinan transformasional memiliki potensi, keluasan, dan kesulitan yang tidak terbatas dalam penerapannya. Filosofi kepemimpinan transformatif dianggap sangat penting dan bermakna dalam membangun masyarakat. Hal ini menekankan perlunya para pemimpin untuk menjadi visioner dan mentransformasikan organisasi dan komunitas mereka melalui inovasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan yang etis. Kepemimpinan transformatif juga menumbuhkan lingkungan kepercayaan, rasa hormat, dan saling pengertian, yang penting untuk masyarakat yang sehat (Ahmad et al., 2023).

Dengan berkembangnya berbagai isu global, kepemimpinan transformasional perlu mempertimbangkan fungsi identitas pemimpin. Pemimpin dengan identitas global dapat membantu menyelesaikan berbagai isu global yang disebabkan oleh tantangan rumit seperti perubahan iklim (Abbas, Ekowati, & Suhariadi, 2022; Abbas, Ekowati, Suhariadi, dkk., 2022). Para pemimpin dengan identitas global dapat menyatukan perspektif dan budaya yang berbeda, memungkinkan mereka memahami berbagai tantangan dengan lebih baik dan memberikan solusi yang lebih inklusif dan efektif. Teori ini semakin mendapat dukungan karena menekankan pentingnya melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan dan menyadari perlunya menghormati perspektif dan budaya berbeda dalam komunitas global (Hapeta dkk., 2019; Hite, 1996; Van Dick dkk., 2021). Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas perkembangan teori kepemimpinan transformasional terutama para pemimpin di dunia usaha. Masyarakat memandang pemimpin di dunia usaha merupakan role model dalam pemanfaatan transformasi teknologi. Kekuatan para pemimpin tersebut dapat ditunjukkan dalam kemampuan mereka menganalisis keadaan dari berbagai sudut pandang, menerapkan pengetahuan secara efektif, dan meramalkan masa depan. Apalagi di era digital, para pengusaha di sektor teknologi mempunyai posisi yang strategis untuk menumbuhkan lingkungan inovasi dan kreativitas yang dapat mendorong perubahan positif di dunia.

Menggunakan metode Analytical Third, yakni dengan mengkolaborasikan pemahaman, identifikasi kemungkinan di masa depan, serta emosi, membantu peneliti untuk menemukan strategi yang tepat untuk mengimplementasikan kepemimpinan transformasional di era digital ini. Kunci utama pada kepemimpinan transformasional adalah pemimpin mampu menodorong inovasi dan kolaborasi, terutama pada lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Untuk menemukan inovasi dan kolaborasi yang tepat, pemimpin perlu mengasimilasi berbagai model saat ini yang sekaligus juga terus berkembang. Selain itu, pemimpin transformasional perlu menyelaraskan tujuan dan nilai organisasi dengan masyarakat, sehingga menciptakan pendekatan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Hasilnya, pemimpin transformasional dapat menciptakan budaya yang saling menghormati dalam organisasi, memungkinkan komunikasi dan kolaborasi yang lebih terbuka serta kemampuan untuk mengambil risiko dan mengeksplorasi ide-ide baru. Jenis kepemimpinan ini juga menumbuhkan budaya menghormati keberagaman dan kreativitas, sehingga memungkinkan organisasi memanfaatkan peluang baru dengan lebih baik dan menciptakan keunggulan kompetitif.

Untuk para pemimpin transformasional dengan identitas global, para pemimpin ini perlu memanfaatkan teknologi untuk mendorong inovasi, menciptakan produk dan layanan baru, dan mengembangkan model bisnis baru (Suhandiah et al., 2023). Mereka juga harus fokus untuk menciptakan tujuan dan makna yang lebih besar di tempat kerja dan menginspirasi karyawan mereka untuk merasa memiliki pekerjaan mereka. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, dan jelas bahwa perusahaan dan pemerintah sudah banyak berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta teknologi mutakhir lainnya. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah mendorong para pemimpin di dunia usaha agar menjadi pemimpin yang transformasional dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada di organisasinya untuk menciptakan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan tentunya dengan memanfaatkan berbagai teknologi digital yang saat ini terus berkembang.

Penulis: Prof. Dr. Fendy Suhariadi, Drs., M.T.

Jurnal: A strategic paradigm for transformational leadership theory in the digital age: Scope of the analytical third