Partisipasi di QS Higher Ed Summit: Asia Pasific, UNAIR Perluas Kemitraan dan Dorong Pendidikan Berkualitas

76 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali berpartisipasi dalam QS The Higher Ed Summit: Asia Pacific (QS APAC) 2026. Terselenggara di Bali International Convention Center (BICC), Selasa-Kamis (3-5/11/2026), forum internasional tersebut mempertemukan berbagai institusi pendidikan tinggi, pakar, serta pemangku kebijakan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan pendidikan global, tren akademik, hingga praktik baik dalam tata kelola perguruan tinggi.  

Keikutsertaan UNAIR dalam forum tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat keunggulan akademik, meningkatkan reputasi internasional, sekaligus memperluas peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi di Tingkat global.

Dalam kegiatan tersebut, UNAIR mengirimkan delegasi yang terdiri dari Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP), Prof Dian Ekowati SE MSi MAppCom(OrgCh) PhD; Direktur Airlangga Global Engagement (AGE), Irfan Wahyudi SSos MComms PhD; Wakil Direktur AGE Tofan Agung Eka Prasetya PhD; Koordinator Rekognisi Global BPP, Dr Eng Patmawati SPi MSi; Koordinator Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni BPP, Viqi Ardaniah SS MA Linguistics PhD; serta delegasi dari masing-masing fakultas.

Delegasi UNAIR berfoto bersama di depan booth interaktif yang dihadirkan di QS APAC (Foto: Humas UNAIR)

Ketua BPP UNAIR, Prof Dian Ekowati menuturkan bahwa partisipasi UNAIR dalam QS APAC ini bukanlah hal yang baru. Forum ini menjadi momentum penting untuk menjaga sekaligus  memperkuat hubungan baik dengan mitra institusi. Terlebih, forum tersebut dihadiri perguruan tinggi dari berbagai negara, sehingga dapat membuka ruang pertukaran wawasan dan penjajakan kerja sama internasional.

Tidak hanya itu, di dalam forum internasional tersebut juga banyak dibahas isu dan tren di dunia pendidikan. “Nature konferensi seperti kita bisa belajar banyak tren pendidikan. Misalnya di tahun ini, kita fokus pada AI (artificial intelligence) dan penggunaannya untuk kurikulum. Yang kedua, kita bisa terhubung dengan mitra dan melihat perkembangan yang terjadi,” tuturnya ketika diwawancara, Rabu (4/11/2026).

Lebih lanjut, dosen yang juga akrab disapa Prof Didin itu juga menekankan pentingnya eksposur yang dibawa UNAIR dalam setiap forum internasional. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi dalam forum global perlu diarahkan tidak hanya untuk memperkenalkan institusi, tetapi juga menghasilkan kolaborasi yang berdampak nyata.

Salah satu meeting penjajakan kerja sama antara delegasi UNAIR dengan mitra (Foto: Humas UNAIR)

Pada QS APAC kali ini, sejumlah perwakilan fakultas yang ada di UNAIR turut hadir untuk menjajaki kerja sama dengan calon mitra secara langsung. Menurut Prof Didin, partisipasi aktif dari setiap fakultas penting untuk memberikan visibilitas dan impresi positif di mata mitra institusi. Ia berharap agar pertemuan dan penjajakan kerja sama tersebut ditindaklanjuti agar tidak berhenti pada kesepakatan formal semata.

“Melalui pertemuan-pertemuan dalam forum seperti ini, UNAIR tidak hanya berusaha menambah partners, tetapi juga memperkuat kolaborasi berkelanjutan, sehingga nanti reputasi akademik akan turut terdorong. Kami berkolaborasi tidak saja untuk implementasi aktivitas, tetapi juga ada luaran-luaran yang diharapkan. Tentunya yang lebih penting adalah dengan kolaborasi, kami dapat memberikan dampak signifikan,” terangnya.

Dalam QS APAC kali ini, UNAIR juga menghadirkan booth interaktif yang menampilkan rekam jejak akademik, tata kelola institusi, hingga inisiatif global. Booth tersebut menjadi titik temu delegasi UNAIR dengan calon institusi mitra untuk membuka peluang kerja sama lebih lanjut di bidang akademik, pengembangan mahasiswa, riset, dan inovasi.

Melalui keikutsertaan dalam QS APAC, UNAIR berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong pendidikan berkualitas melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan kurikulum, dan pemanfaatan inovasi teknologi. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yakni Pendidikan Berkualitas. Perluasan jejaring dan penjajakan kolaborasi lintas negara juga menjadi kontribusi UNAIR dalam mendukung SDGs poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top