Universitas Airlangga Official Website

PASIBIS UNAIR dan ESDM Dorong Hilirisasi Nasional Berbasis Potensi Lokal

Prof Ir Juwari ST MEng PhD sedang memaparkan materi dalam Seminar Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Jumat (17/10/2025). (Foto: Humas UNAIR)
Prof Ir Juwari ST MEng PhD sedang memaparkan materi dalam Seminar Hilirisasi dan Ketahanan Energi, Jumat (17/10/2025). (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Dalam rangka mendukung Inovasi berkelanjutan, Pusat Akselerasi Inovasi dan Bisnis (PASINBIS) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan Seminar Hilirisasi dan Ketahanan Energi yang bertajuk “Hilirisasi Penggerak Ekonomi Biru: Kolaborasi Kampus, Pemerintah, dan Dunia Usaha” pada Hari Jumat (17/10/2025) di Ruang Majapahit Gedung ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B UNAIR.

Dalam pemaparannya, Prof Ir Juwari ST MEng PhD, Dosen Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan bahwa seluruh masyarakat indonesia harus mewujudkan tujuan bangsa Indonesia. Sebagaimana ada dalam Pembukaan UUD 1945 yakni memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk andil dalam mengelola sumber daya alam. “Indonesia bukan negara miskin, hanya saja kekayaannya belum bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Potensi Sumber Daya Lokal Indonesia

Prof Juwari menggambarkan Indonesia sebagai ‘Secuil Surga yang diberikan ke Dunia’. Akan tetapi, masih belum bisa Berdikari karena masih bergantung pada produk impor. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia perlahan mulai menghargai dan mencintai produk dalam negeri.

Tidak hanya itu, Prof Juwari menjelaskan makna kemandirian nasional yang meliputi tiga pilar utama, yakni kedaulatan bahan baku, penguasaan teknologi, serta menciptakan pasar dan merek nasional. Ia memberikan contoh Negara Malaysia yang sudah memiliki produk otomotif lokal, dan masyarakatnya bangga menggunakannya. 

“Kalau ditanya lebih bagus Toyota atau Proton, saya jawab Toyota. Tapi saya membeli Proton karena saya cinta dan menghargai produk dalam negeri,” ceritanya.

Inovasi Produk Lokal

Pada sesi yang sama, ia menunjukkan salah satu studi kasus yakni limbah peternakan, pertanian, dan perikanan yang seharusnya masih berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Menurutnya, limbah dari hasil tiga sektor tersebut dapat bermanfaat sebagai bioenergi dan inovasi pupuk organik cair (POC), sehingga mampu mendukung upaya hilirisasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Prof Juwari memaparkan salah satu produk inovasinya yakni Eco Amino, POC yang mampu menyuburkan tanah tandus. Namun, tantangan yang ada bukan dari riset, melainkan pada proses perizinan edar produk inovasi. “Untuk izin edar itu prosesnya berliku-liku, Dosen seperti saya tidak mungkin bisa mengurus sendiri. Maka, perlu kemitraan yang kuat di bidang industri untuk membantu prosesnya,” jelasnya.

Sebagai penutup, Prof Juwari menekankan pentingnya keberpihakan regulasi pemerintah terhadap produk lokal. Ia juga menyampaikan perlunya menghidupkan kembali semangat blueprint Industri Nasional yang BJ Habibie gagas. “Yang paling penting, kita harus kembali pada visi jangka panjang, membangun bangsa yang mandiri dengan industri kuat dan teknologi sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Nabil Fawaid

Editor: Ragil Kukuh Imanto