Universitas Airlangga Official Website

Patogenesis Molekuler Kanker Kolorektal dengan Penekanan pada Kemajuan Terbaru dalam Biomarker

Ilustrasi by CNN Indonesia

Kanker kolorektal adalah penyakit serius yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia, meskipun ada kemajuan besar dalam terapi. Pembentukan adenoma kolorektal dan adenokarsinoma invasif adalah konsekuensi dari suksesi perubahan genetik dan epigenetik pada epitel kolon normal. Proses genetik dan epigenetik yang terkait dengan onset, perkembangan, dan metastasis kanker telah dipelajari secara mendalam, menghasilkan identifikasi biomarker yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku dan prognosis di luar pementasan dan memengaruhi pilihan terapi. Sebuah biomarker baru, atau sekelompok biomarker, harus ditemukan untuk membangun tes yang akurat dan berguna secara klinis yang dapat digunakan sebagai alternatif metode konvensional untuk deteksi dini kanker dan untuk mengidentifikasi calon target intervensi terapeutik baru.

Ulasan ini dilakukan oleh salah satu dosen di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga berkolaborasi dengan beberapa rekannya dari luar negeri ini menyoroti patogenesis molekuler kanker kolorektal dan menyoroti tentang biomarker. Ini juga memberikan pengetahuan konseptual tentang teknik diagnostik berbasis nanoteknologi dan pendekatan terapeutik untuk kanker kolorektal ganas. Untuk meminimalkan beban kematian akibat kanker kolorektal, diperlukan metode skrining baru dengan akurasi lebih tinggi dan presisi diagnostik berbasis nano. Obat sitotoksik memiliki efek samping negatif dan dibatasi oleh resistensi obat. Salah satu teknik pengobatan kanker yang paling menjanjikan adalah penggunaan sistem pembawa berbasis nano sebagai mekanisme pengiriman obat. Untuk memberikan obat sitotoksik, nanopartikel yang ditargetkan dapat memanfaatkan molekul yang diekspresikan secara berbeda pada permukaan sel kanker. Penggunaan senyawa yang berbeda sebagai ligan pada permukaan nanopartikel untuk berinteraksi dengan sel kanker, memungkinkan pengiriman obat antitumor yang efisien. Formulasi berdasarkan nanopartikel dapat membantu dalam diagnosis kanker dini dan membantu mengatasi keterbatasan pengobatan tradisional, termasuk kelarutan air yang rendah, biodistribusi nonspesifik, dan bioavailabilitas terbatas.

Penulis: Retno Widyowati

Untuk informasi yang lebih lengkap dapat dilihat pada artikel aslinya dengan judul:

Molecular Pathogenesis of Colorectal Cancer with an Emphasis on Recent Advances in Biomarkers, as Well as Nanotechnology-Based Diagnostic and Therapeutic Approaches” pada NANOMATERIALS 12: 1, 2022 dengan tautan berikut ini:

https://www.mdpi.com/2079-4991/12/1/169