Pneumonia pada balita masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Hal ini terlihat dengan tingginya cakupan kasus dan penyebaran pneumonia pada balita. Menurut World Health Organization, pneumonia adalah bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang paling sering disebabkan oleh virus atau bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan penyakit ringan hingga mengancam jiwa pada orang-orang dari segala usia, namun merupakan penyebab kematian menular terbesar pada anak-anak di seluruh dunia. Pneumonia menyebabkan 14% dari semua kematian anak di bawah usia 5 tahun, yang menewaskan 740.180 anak pada tahun 2019 (WHO, 2022).
Menurut beberapa penelitian, kejadian pneumonia pada balita meningkat seiring dengan memburuknya status gizi balita, jenis lantai rumah, jenis bahan bakar memasak dan meningkatnya kebiasaan merokok keluarga. Hal tersebut perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan kesehatan di lingkungan rumah untuk mencegah terjadinya faktor risiko pneumonia pada balita. Pelayanan kesehatan seperti cakupan pelayanan kesehatan balita penting. Tingginya cakupan pelayanan kesehatan balita dikaitkan dengan penurunan angka kematian dan penyakit balita, seperti pneumonia. Oleh karena itu, kami tertarik untuk melakukan pemetaan cakupan pelayanan kesehatan balita dan kejadian pneumonia di Surabaya. Surabaya merupakan salah satu kota yang mempunya kasus pneumonia yang cukup tinggi di Indonesia. Pemetaan sangat penting dikarenakan dapat digunakan untuk melihat ketimpangan wilayah yang cakupan pelayanan kesehatan yang rendah dan kejadian pneumonia yang tinggi dan sebaliknya.
Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dari tahun 2019-2021, kejadian pneumonia pada balita mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2020 jumlah kasusnya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 kemudian meningkat kembali pada tahun 2021. Fenomena yang sama juga terjadi pada cakupan pelayanan kesehatan balita. Walaupun hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan antara cakupan pelayanan kesehatan balita dengan kejadian pneumonia balita, masih terdapat beberapa Kecamatan di Kota Surabaya yang memiliki memiliki kesenjangan antara cakupan pelayanan kesehatan balita dengan angka kejadian pneumonia balita. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan balita di daerah dengan kasus pneumonia yang tinggi.
Penulis: Erni Astutik, S.K.M., M.Epid
Link: https://e-journal.unair.ac.id/JBE/article/view/55527
Baca juga: Kasus Pneumonia pada Balita di Kabupaten Sidoarjo





