UNAIR NEWS – Universitas Airlangga resmi memberangkatkan tim Program Penguatan Kapasitas (PPK) Ormawa 2025, sebuah agenda pengabdian mahasiswa yang menekankan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sosial, teknologi, hingga ekonomi lokal. Acara pelepasan ini dihadiri oleh Sekretaris Universitas Prof Dr Dwi Setiawan SSi MSi Apt serta Direktur Kemahasiswaan UNAIR Dr Eko Supeno Drs MSi. Pelepasan tersebut berlangsung di Hall Lantai 1, Gedung Rektorat Kampus MERR-C, Rabu (3/12/2025).
Pendidikan Nyata dari Lapangan
Dalam sambutannya, Prof Dwi Setiawan menegaskan bahwa PPK Ormawa merupakan ruang pendidikan nyata bagi mahasiswa dalam menghasilkan dampak sosial.
“Ini adalah model pendidikan nyata. Pemerintah tidak hanya memberikan teori, tetapi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya . Ia mengapresiasi hadirnya 12 partai mahasiswa yang aktif mendampingi masyarakat melalui berbagai program, mulai dari operasi kesehatan, IT, hingga pemberdayaan pekerja hiburan yang kembali ke Indonesia.
Prof. Dwi menekankan bahwa kegiatan ini menuntut kemampuan adaptasi dan kepemimpinan mahasiswa di situasi riil. “Saya berharap semua berhati-hati dan memaksimalkan kemampuan, karena ini adalah kesempatan besar untuk menunjukkan dampak,” tambahnya.

Belajar dari Masyarakat
Sementara itu, Dr Eko Supeno menegaskan bahwa PIK Ormawa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi laboratorium pembentukan karakter mahasiswa. “Ini bukan kompetisi biasa. Mahasiswa harus membawa solusi, menunjukkan kreativitas, dan belajar langsung dari masyarakat,” jelasnya .
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari kegiatan yang berlangsung satu kali, melainkan keberlanjutan dampak setelah mahasiswa kembali. “Jalin hubungan sejati dengan perangkat desa dan masyarakat. Keberhasilan bukan pada acara pelepasan, tetapi pada jejak yang Anda tinggalkan,” pesannya.
Kedua pimpinan UNAIR sepakat bahwa pengabdian melalui PIK Ormawa adalah bagian dari semangat Airlangga: humble, excellent, brave, care, dan strong. Dengan arahan tersebut, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan sosial yang menerapkan ilmu secara nyata untuk kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Samudra Luhur
Editor: Ragil Kukuh Imanto





