Universitas Airlangga Official Website

Pemahaman Kasus Langka: Sumbatan Lambung pada Anak Berusia Tujuh Tahun

Kelenjar Brunner, yang terdapat di dalam usus halus, bisa menjadi masalah jika terlalu banyak berkembang. Ini adalah kondisi langka, namun bisa menyebabkan masalah seperti sumbatan pada saluran pencernaan anak-anak. Meskipun biasanya tidak menimbulkan gejala, terkadang dapat menyebabkan perdarahan atau masalah lain. Karena jarang terjadi pada anak-anak, seringkali sulit untuk mendiagnosisnya dengan benar. Sayangnya, karena jarang terjadi pada anak-anak, penyakit ini seringkali tidak terdiagnosis dengan benar. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun yang mengalami Hiperplasia kelenjar Brunner dan menunjukkan gejala muntah berulang.

Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun dirawat di rumah sakit karena muntah berulang yang semakin parah selama lima bulan. Muntah ini terjadi sejak dia berusia tiga tahun, awalnya hanya sekali atau dua kali seminggu, tapi semakin sering terjadi, terutama di malam hari. Muntah tersebut mengandung minuman atau makanan yang dikonsumsinya sebelumnya. Selain itu, dia mengalami ketidaknyamanan perut, kembung, dan cepat kenyang sejak usia tiga tahun. Meskipun telah diberi beberapa obat, kondisinya tidak membaik.

Selama di rumah sakit, dia kehilangan nafsu makan, muntah berwarna kuning, dan nyeri perut sesekali. Setelah itu pasien menjalani pemeriksaan gastroscopy. Hasilnya menunjukkan penyumbatan sebagian pada keluaran lambung (obstruksi pilorus), radang lambung, beberapa luka, dan radang kerongkongan. Biopsi menunjukkan radang lambung kronis dan infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori dan pasien menerima pengobatan selama dua minggu untuk mengatasi infeksi tersebut. Pemeriksaan CT scan perut menunjukkan adanya tonjolan berupa lesi padat di dalam usus halus tanda-tanda rotasi usus yang tidak normal sehingg pasien kemudian dikonsultasikan ke dokter bedah anak dioperasi. Selama operasi, dilakukan pengangkatan dan biopsi pada kelenjar Brunner, dengan laporan bedah menunjukkan pembesaran lambung dan dinding usus halus di sebagian duodenum. Pemeriksaan histopatologi dari biopsi menunjukkan kelebihan pertumbuhan kelenjar Brunner dengan penyebaran jaringan limfoid. Setelah beberapa prosedur medis dan operasi tersebut, anak tersebut dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah tanpa keluhan muntah dan dalam kondisi baik selama tindak lanjut.

Brunner’s gland, merupakan kelenjar di usus halus yang memproduksi zat alkalin dan terletak di duodenum. Kelenjar ini berfungsi untuk menetralkan cairan lambung dan mukus. Kelebihan pertumbuhan kelenjar Brunner dapat menyebabkan hiperplasia, suatu kondisi meningkatnya jumlah sel yang sifatnya jinak pada usus halus. Kondisi ini dapat terjadi tanpa gejala atau menunjukkan tanda seperti nyeri perut, muntah, atau pendarahan saluran pencernaan. Penyebab pasti hiperplasia Brunner’s gland belum diketahui, tetapi faktor risikonya di antra lain kelebihan asam lambung, infeksi Helicobacter pylori, pankreatitis kronis, peradangan, dan cedera mukosa. Diagnosis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan endoskopi, CT scan, dan biopsi.

Meskipun kebanyakan pasien dengan Hiperplasia Brunner’s gland tidak menunjukkan gejala, namun dapat memunculkan masalah bervariasi tergantung pada ukuran, tipe, dan lokasi hiperplasia tersebut. Secara umum, hiperplasia Brunner’s gland dapat berupa nodul kecil, kurang dari 0.5 cm, yang mengandung lendir netral dan memperluas setidaknya 50% dari mukosa duodenum pada spesimen biopsi. Lesi yang lebih besar dapat menyebabkan obstruksi usus, sedangkan erosi atau ulserasi dapat menyebabkan pendarahan saluran pencernaan atas. Hiperplasia Brunner’s gland umumnya terjadi pada usia pertengahan hidup tanpa adanya dominasi gender tertentu, meskipun catatan kasus yang telah dilaporkan cukup bervariasi mulai dari bayi hingga orang dewasa berusia 80 tahun.

Pengobatan tergantung pada ukuran, jenis, gejala, dan lokasi terjadinya hiperplasia. Lesi kecil masih dapat dipantau atau perawatan dilakukan secara konservatif, sementara yang lebih besar mungkin memerlukan pengangkatan melalui prosedur endoskopi atau bedah. Penting untuk dicatat bahwa meskipun hiperplasia Brunner’s gland biasanya bersifat jinak, pertumbuhan berlebihan dapat meningkatkan risiko perkembangan menjadi kanker. Oleh karena itu, tindak lanjut dan pemantauan secara teratur diperlukan untuk mengamati perubahan dalam kondisi tersebut.

Penulis: Dr. dr. Alpha Fardah Athiyyah, SpA(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

DOI: 10.15562/bmj.v12i2.4484

Nesa, N.N.M., Darma, A., Athiyyah, A.F., Ranuh, I.G.M.R., Sumitro, K.R., Sudarmo, S.M. 2023. Brunner’s gland hyperplasia as a cause of gastric outlet obstruction in a seven year old boy. Bali Medical Journal 12(2): 1446-1450. DOI:10.15562/bmj.v12i2.4484