Bulu babi (Diadema setosum) merupakan salah satu jenis biota perairan yang berasal dari filum echinodermata. Penyebaran bulu babi terlihat hampir di seluruh zona perairan dan tercatat sebanyak 950 spesies bulu babi yang tersebar di seluruh dunia. Diadema setosum merupakan salah satu jenis bulu babi yang penyebarannya di seluruh zona terumbu karang antara lain pada zona pasir, zona pertumbuhan alga, zona lamun sampai daerah tubir. Toksin yang dihasilkan oleh organisme salah satunya bulu babi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang salah satunya bidang pengobatan yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai antibiotik tipe baru yang akan dikembangkan dalam bidang farmasi karena mengandung senyawa bioaktif.
Hasil ekstrak cangkang bulu babi jenis Diadema setosum dengan pelarut metanol menunjukkan memiliki kemampuan sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus (S. aureus) merupakan porsi kecil dari seluruh mikroorganisme yang hidup di dalam rongga mulut. Terdapat sekitar 10 sampai 1000 koloni S. aureus per meliliter saliva. S. aureus dapat berubah menjadi patogen apabila pada permukaan mukosa terjadi trauma atau abrasi. Saat ini banyak produsen pasta gigi yang memproduksi pasta gigi dengan memanfaatkan bahan alami atau herbal seperti pasta gigi daun sirih, pasta gigi biji pinang dan pasta gigi gambir. Namun, belum ada yang memanfaatkan sumber daya perairan seperti bulu babi yang sebenarnya berpotensi sebagai antibakteri alami.
Uji aktivitas antibakteri menggunakan uji disk atau paper disk yang merupakan salah satu pengujian dengan cara mengukur daerah hambat atau zona bening yang terbentuk disekitar kertas disk yang berisi larutan bahan antibakteri sesuai dengan konsentrasi perlakuannya. Pada konsentrasi 70% zona hambat tertinggi adalah 4,5 mm dengan rata-rata 4 mm. Konsentrasi 80% diperoleh zona hambat tertinggi yaitu 9 mm dengan rata-rata 6,375 mm. Pada konsentrasi 90% zona hambat tertinggi adalah 6 mm dengan rata-rata 4,125 mm dan pada konsentrasi 100% zona hambat tertinggi adalah 4,5 mm dengan rata-rata 3,62 mm.
Penambahan ekstrak cangkang bulu babi yang digunakan pada penelitian ini (70%, 80%, 90%, dan 100%) dengan efektivitas terbaik pada P2 dengan konsentrasi 80% mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. Aureus. Hal ini dikarenakan komponen bioaktif yang berperan dalam menghambat aktivitas bakteri secara umum berasal dari golongan triterpenoid dan alkaloid. Komponen bioaktif yang berperan dalam menghambat aktivitas bakteri dari senyawa saponin, steroid/triterpenoid, alkaloid, dan flavonoid dengan mekanisme kerja bakteriostatik.
Penulis: Eka Saputra, S.Pi., M.Si.
Referensi:
Dincer T, Cakli S, Kilinc B, Tolasa S. 2010. Amino Acids and Fatty Acids Composition Content of Fish Sauce. Journal of Animal and Veterinary Advances, 9(2), pp. 311-315. Gonzalez-Gutierrez J, Partal P, Garcia-Morales M, Gallegos C. 2010. Development of highly-transparent protein/starch-based bioplastics. Bioresource technology, 101(6), 2007-2013.
Eka Saputra, Dwi Yuli Pujiastuti, Annur Ahadi Abdillah, (2023). Use of sea urchin (Diadema setosum) shells as antibacterial. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Volume 1273, 5th International Conference on Fisheries and Marine Science 28/09/2022 – 28/09/2022 Online





