Penyakit karena infeksi jamur dewasa ini melanda hampir semua belahan dunia. Tidak terkecuali juga kondisi di Indonesia yang sedang menghadapi permasalahan resistensi antibiotik saat ini. Antibiotik spektrum luas, obat imunosupresif, dan perangkat implan medis telah secara signifikan meningkatkan frekuensi infeksi jamur selama beberapa dekade terakhir. Infeksi jamur kini menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia. Perkiraan, infeksi jamur ini menyebabkan setidaknya 1,5 juta kematian per tahun atau setidaknya 20–25% orang di seluruh dunia menderita infeksi jamur.
Prevalensi infeksi jamur telah meningkat sejak tahun 1980. Infeksi manusia yang berhubungan dengan jamur parah di Indonesia dan negara tropis dan subtropis lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan iklim tropis yang memiliki unsur-unsur seperti suhu dan kelembapan tinggi. Kualitas iklim membuat kulit berkeringat dan basah menyebabkan infeksi jamur tumbuh subur. Program pengelolaan antimikroba dan skrining obat yang ketat merupakan dua dari tindakan yang sedang terlaksana saat ini. Untuk membendung terjadinya resistensi beberapa antijamur yang sudah mulai terlihat.
Senyawa Alami
Memanfaatkan senyawa alami yang sudah digunakan nenek moyang kita secara turun temurun. Menggunakan kayu rapet untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bagian kewanitaan dari tumbuhnya jamur yang patogen yang biasanya disebabkan karena jamur Candida albicans disebut candidiasis. Jamur ini sebenarnya merupakan flora normal yang sudah ada di dalam vagina. Akan tetapi, pada saat tertentu terjadi pertumbuhan jamur Candida yang tidak terkendali dalam tubuh. Biasanya karena faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi keseimbangan mikroorganisme dalam tubuh.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk candidiasis termasuk sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penggunaan antibiotik yang dapat mengganggu keseimbangan flora bakteri alami dalam tubuh. Sehingga menyebabkan pertumbuhan berlebihan jamur Candida. Kondisi medis tertentu seperti diabetes, obesitas, atau gangguan hormonal dapat meningkatkan risiko candidiasis karena perubahan lingkungan dalam tubuh. Penggunaan steroid atau obat imunosupresif juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi jamur. Faktor lingkunganseperti kelembaban, kebersihan yang buruk, atau paparan jamur di lingkungan sekitar juga dapat menyebabkan risiko candidiasis.
Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini akan diuji apakah ekstrak etanol kayu rapet (Parameria laevigata) diduga dapat digunakan untuk mengendalikan jamur Candida albicans yang diisolasi dari pasien candidiasis dari beberapa Rumah Sakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kayu rapet dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans dari 37,51 hingga 84,87%.
Hasil ini merupakan temuan yang membanggakan karena ekstrak kayu rapet sangat efektif melawan berbagai jamur patogen manusia khususnya Candida albicans penyebab terjadinya candidiasis. Ternyata pengalaman empirik nenek moyang kita dari jaman dulu kala hingga sekarang memang terbukti secara ilmiah memberikan efek yang nyata. Hal ini semakin memperkaya sumberdaya alam Indonesia yang terbukti memiliki manfaat dalam pengobatan penyakit.
Penulis: Prof Dr Djoko Agus Purwanto Apt MSi
Informasi lengkapnya dapat diakses pada https://scholar.unair.ac.id/en/publications/mechanism-and-antifungal-activities-vulvovaginal-candidiasis-isol





