UNAIR NEWS – Tim RASENA Universitas Airlangga (UNAIR) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya. Program ini berlangsung dalam rangka Call for Pengmas SDGs Center UNAIR 2025, yang mendorong inovasi mahasiswa pada pengabdian masyarakat. Selama ini, sebagian besar petambak memberi pakan secara manual tanpa jadwal tetap. Kondisi ini membuat proses budidaya kurang efisien, tidak konsisten dalam takaran, serta menghabiskan banyak tenaga. Sebagai solusi, tim RASENA memperkenalkan inovasi teknologi bernama SmartAqua.
SmartAqua merupakan sistem feeder otomatis berbasis timer yang menjamin presisi distribusi pakan. SmartAqua juga dilengkapi sensor real-time untuk memantau pH, kekeruhan, dan sisa pakan melalui load cell. Teknologi ini tentunya mempermudah pemantauan karena pengguna tidak perlu datang langsung ke lokasi. Pengguna Android dapat mengakses SmartAqua melalui aplikasi yang telah dikembangkan, sementara pengguna iOS dapat memantau alat melalui website resmi RASENA.

Warga Gunung Anyar Tambak menyambut antusias alat ini karena sebelumnya belum memiliki sistem monitoring yang akurat dan efisien. “Alatnya cukup efektif, serta sudah mengadopsi teknologi energi terbarukan yaitu solar panel, jadi juga ikut serta dalam melestarikan lingkungan. Kami sangat terbantu dan berharap alat ini bisa terus dikembangkan,” ujar Ketua RT 05 Gunung Anyar Tambak, Eko Suhanto.
Mendukung Inovasi dan Infrastruktur Berkelanjutan (SDGs 9)
Melalui pemasangan SmartAqua, tim RASENA UNAIR berkontribusi pada SDGs nomor 9, yakni membangun infrastruktur tangguh dan mendukung industrialisasi inklusif. Teknologi ini juga membantu warga menjalankan kegiatan budidaya yang mendorong inovasi secara produktif dan berkelanjutan. Selain menyelesaikan masalah teknis, inisiatif ini juga meningkatkan literasi teknologi masyarakat lokal.
Pada Minggu (29/6/2025), tim RASENA memasang alat SmartAqua secara langsung pada tambak di Kelurahan Gunung Anyar Tambak. Kegiatan ini mencakup sesi sosialisasi lanjutan yang berhasil menarik lebih banyak partisipasi dari pengurus tambak. Sebagai tambahan, tim juga membagikan manual book penggunaan SmartAqua kepada warga sekitar. Tujuannya agar masyarakat juga dapat secara mandiri melakukan pemeliharaan alat tersebut.
Dengan demikian, pemasangan alat terlaksana dengan lancar dan tidak mengalami hambatan di lapangan. Warga kini sudah mulai menggunakan alat tersebut secara langsung untuk kebutuhan tambak mereka. Mereka juga dapat memantau kondisi air dan mengatur pemberian pakan ikan secara otomatis setiap hari.
Penulis: Angelline Maharani, Andri Hariyanto





