Universitas Airlangga Official Website

Pemodelan Molekul Metabolit Boesenbergia pandurata sebagai Agen Antikanker Payudara

Foto oleh greeners.co

Menurut GLOBOCAN 2020 jenis kanker yang paling banyak dilaporkan di dunia adalah kanker payudara, dengan kasus baru setahun mencapai 2,261 juta, dengan jumlah kematian sebesar 685 ribu orang. Kanker payudara memiliki beberapa penyebab, termasuk overekspresi hormon atau reseptor tertentu, seperti reseptor estrogen (ER-α) dan EGFR-2 (HER2), terhitung masing-masing sekitar 75% dan 20% dari semua kasus yang dilaporkan. Salah satu sumber informasi untuk menemukan senyawa potensial baru adalah dengan menggunakan senyawa metabolit sekunder hasil isolasi dari tanaman obat yang struktur kimianya telah teridentifikasi.

Boesenbergia pandurata atau temu kunci adalah tanaman asli Indonesia diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis, termasuk sebagai antikanker. Ekstrak tanaman ini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk kanker payudara. Aktivitas antikanker payudara secara signifikan dipengaruhi oleh penghambatan dari dua reseptor yaitu ER-α dan HER, tetapi belum diketahui metabolit B. pandurata mana yang berperan paling penting dalam aktivitas antikanker.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 62 metabolit B. pandurata dengan potensi terbaik sebagai inhibitor ER-α dan HER2. Metode yang digunakan adalah doking molekul metabolit B. pandurata ke reseptor ER-α dan HER2, dilanjutkan dengan studi ADMET dari beberapa metabolit dengan hasil doking terbaik. Perangkat lunak yang digunakan adalah Chem3D untuk minimisasi energi, OpenBabel 3.1.1 untuk konversi format ligan dan reseptor, AutoDockTools 1.5.6 untuk konfigurasi protokol docking, AutoDock Vina 1.1.2 untuk proses docking, PyMOL 2.4.1 untuk validasi protokol docking, UCSF Chimera 1.15rc untuk penyusunan hasil docking, dan Discovery Studio Visualizer 20.1.0.19295 untuk visualisasi dan observasi hasil docking. Untuk prediksi ADMET digunakan program online SwissADME, pkCSM dan ProTox-II.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari doking 62 metabolit B. pandurata  ada dua metabolit dengan hasil doking terbaik untuk kedua reseptor berdasarkan nilai doking dan interaksi ligan-reseptor yaitu senyawa 11 ((2S)-7,8-dihidro-5-hidroksi-2-metil-2-(4”-metil-3”-pentenil)-8-fenil-2H,6H-benzo(1,2-b-5,4-b’)dipiran-6-on) dan senyawa 34 (geranil-2,4-dihidroksi-6-fenetilbenzoat), sehingga diprediksi dapat menghambat dengan baik kedua reseptor tersebut. Profil ADMET dari delapan metabolit dengan hasil doking terbaik menunjukkan hasil yang beragam, namun ada kemungkinan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metabolit B. pandurata, terutama senyawa 11 dan 34, dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai agen antikanker payudara yang bekerja sebagai penghambat reseptor ER-α dan HER2.

Untuk melihat lebih detail mengenai penelitian tersebut dapat diakses pada https://benthamscience.com/article/119516 atau https://scholar.unair.ac.id/en/publications/boesenbergia-pandurata-as-an-anti-breast-cancer-agent-molecular-d

Penulis: Siswandono

Judul artikel: Boesenbergia Pandurata as an Anti-Breast Cancer Agent: Molecular Docking and ADMET Study